Tanpa Tilang, Operasi Ketupat 2020 Polda Banten Jaring 461 Pelanggar



Keterangan Pers Polda Banten Terkait Operasi Ketupat Kalimaya 2020, Sabtu (2/5/2020)

Serang, Bantenlink.com — Di hari ke-9 Operasi Ketupat Kalimaya 2020, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten menggelar hasil analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaannya. Hasilnya, bila di tahun 2019 pelanggaran sebanyak 145 kasus, saat ini yang terjaring melonjak menjadi 461 kasus. Namun pelanggar lalu lintas (lalin) hanya diberikan sanksi teguran tanpa tindakan langsung (tilang).

“Hasil Operasi Ketupat Kalimaya dari tanggal 24 April sampai 2 Mei 2020, terdapat adanya peningkatan pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna lalu lintas. Jika di tahun sebelumnya terjaring sebanyak 145 pelanggar dan saat ini menjadi 461. Pelanggar kami berikan teguran, tanpa ditilang” jelas Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2020).

Ditambahkannya, dari hasil anev selama operasi ketupat saat tersebut, angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 3 kali, dengan korban meninggal dunia 2 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 3 orang.

Selain itu, giat Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) yang dilakukan Ditlantas Polda Banten dan jajaran, sambungnya, meningkat 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 13 kali dilakukan kegiatan preemtif, yakni memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat serta melakukan pemasangan spanduk ataubaliho imbauan tertib lalu lintas.

“Ya, disamping kegiatan preemtif, upaya preventif pun meningkat 100 persen. Tercatat 278 kali kegiatan pengaturan, 194 kali penjagaan, 17 kali pengawalan dan 141 kali melaksanakan Patroli” beber Wibowo

Lanjut dia, operasi ketupat kalimaya 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya, yang dilaksanakan pada pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui, saat ini Presiden RI Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Pihak Kepolisian, terang Wibowo, guna melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan mudik baik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, sebagai bentuk mendukung kebijakan pemerintah, Polri melakukan pos penyekatan dan pos check point sebanyak 15 titik di sepanjang jalur arteri.

“Sebanyak 320 unit kenderaan diputar balik ke arah asal, yaitu 130 kendaraan pribadi, 8 kendaraan umum dan 182 yang bersepeda motor,” tandas Wibowo.

Hms/Ed

Leave a Reply