Seminggu PSBB di Tangsel Hasilnya Jauh Panggang dari Api



Li Claudia Chandra

TANGSEL, Bantenlink.com — Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan sudah berjalan satu minggu. Namun upaya yang diharapkan agar mampu mengurangi sampai memutus Rantai penyebaran COVID-19 di kota ini sungguh jauh panggang dari api. 

Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan, Lie Claudia Chandra, mengemukakan, seminggu PSBB di Tangerang Selatan kegiatan masyarakat masih berjalan seperti tak terjadi apa apa. Check Point sebagai pintu masuk pemeriksaan dan pencegahan hanya semangat di hari pertama. Pelaksanaan Check point dari tingkat RT dan RW tidak dijalankan sebagaimana di atur dalam Peraturan Walikota. 

“Petugas penindakan dalam Hal ini Satpol PP seperti membiarkan pelanggaran yang terjadi. Tecatat banyak hal yang dilanggar dan masih diabaikan,” ujar Wakil Ketua DPRD Tangerang dari Partai Gerindra itu.

Inilah beberapa hal menjadi catatan Lie Claudia Chandra yang diterima Bantenlink.com.

1.Banyak pintu-pintu kecil yang menjadi jalur keluar masuk dari dan ke wilayah Tangerang Selatan yang belum terpantau dan belum dijadikan Chek Point. Claudia meminta agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus segera menutup pintu pintu kecil tersebut.

2.Sampai hari ini masih banyak masyarakat yang abai dalam menggunakan Masker sebagai sarana pencegahan penularan, untuk itu bagian penindakan  Satpol PP harus lebih tegas dalam pelaksanaan Perwal PSBB Tangsel.

3.Banyak bidang usaha yang dilarang beroperasi selama pelaksanaan PSBB ini tetap menjalankan usahanya, untuk itu perlu tindakan tegas dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menertibkan dan apabila masih ada pelanggaran Pemkot harus berani mencabut ijin usaha dari mereka yang melanggar.

4.Keterbukaan informasi dan data sebaran orang yang terpapar Covid19, Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangerang selatan jangan hanya  jadi Papan Pengumuman, badan yang hanya mengumumkan jumlah Pasien.

5.Gugus Tugas wajib menyampaikan Transparansi terkait bantuan dan sumbangan dari masyarakat dan swasta. Karena ini terkait kepercayaan masyarakat yang sudah dengan ikhlas memberikan bantuan jangan sampai hilang kepercayaan dan tidak mau lagi memberikan bantuan.

6.Paling penting adalah masyarakat bawah yang terdampak dari adanya PSBB ini, selama 1 minggu ini bantuan yang dijanjikan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk masyarakat yang terdampak masih belum diterima oleh masyarakat.

7.Selaku DPRD telah membentuk SATGASDA LAWAN COVID-19. Pembentukannya bertujuan membantu Pemkot dalam menangani Penyebaran Covid-19. Fokusnya adalah membantu Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Tangerang Selatan dalam pemenuhan alat pelindung diri (APD). Penyerahan APD tersebut beberapa hari yang lalu dan DPRD terus men-support Rumah Sakit dan Puskesmas tekait kebutuhan APD.

Dari 7 (tujuh) Point yang menjadi catatan kritis Lie Claudia Chandra kepada Pemerintah Kota Dalam hal ini Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin oleh Ibu Airin Rachmi Diani dan Benyamin Davnie yang dianggapnya gagal mengemban amanat dalam melaksanakan PSBB.

Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan menyebut Walikota hanya ikut-ikutan saja dalam pelaksanaan PSBB tanpa persiapan dan strategi yang jelas PSBB, atau hanya berslogan saja. 

Sisa waktu 1 minggu ini Lie Claudia Chandra berharap Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangsel harus segera mengevaluasi diri dan secepatnya mengambil tindakan taktis dan tegas agar Masyarakat benar benar terlindungi dari penyebaran Covid19 dan wabah ini segera berakhir.

Ist/Kir/Dar/Ed

Leave a Reply