Agus Butarbutar dan Istri Mohon Majelis Hakim PN Jakarta Utara Kabulkan Penangguhan Penahanan



Foto Berita Majelis Hakim PN Jakarta Utara Dimohon Kabulkan Penangguhan Tahanan Agus Butarbutar dan Istri

JAKARTA, Bantenlink.com — Pengajuan peralihan atau penangguhan penahanan terdakwa Agus Butarbutar SH dan istrinya Juniar diharapkan segera dapat dikabulkan oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Utara.
Pasalnya, penangguhan penahanan selain mendukung imbauan pemerintah dalam menghindari penularan virus Corona, juga didasarkan tidak adanya saksi-saksi a charge atau memberatkan yang mendukung surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Seharusnya Agus Butar Butar SH dan istrinya Juniar sudah habis penahanannya sejak tanggal 28 Maret 2020. Seharusnya keduanya dibebaskan langsung sesuai pengaturan pembebasan tahanan demi hukum diatur dalam Pasal 28 Permen Kehakiman 04/1983.

“Menghindari kriminalisasi atas diri Agus Butar-butar, istri dan seorang lainnya yang perkaranya disiplit terus berlanjut, maka pilihan yang tepat adalah mengalihkan atau menangguhkan dulu penahanan suami-istri tersebut. Penangguhan penahanan itu sebagai langkah yang tepat, mengingat dakwaan jaksa tampaknya tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan,” papar seorang praktisi hukum di PN Jakarta Utara, Rabu (1/4/2020).

Pengacara tersebut menyayangkan penanganan perkara Agus Butarbutar dan Juniar yang diduga dipaksakan sedemikian rupa. “Yang tidak ada tindak pidana menjadi diada-adain,” katanya.

Terdakwa Agus Butarbutar dan Juniar sendiri, dalam pesan tertulisnya yang disampaikan kepada Redaksi Bantenlink.com, berkeyakinan keduanya tidak bersalah dalam perkara dugaan pemalsuan yang didakwakan oleh JPU di PN Jakarta Utara. Keyakinan pasutri ini didasari sejumlah fakta persidangan, yang menurutnya terdapat bukti seperti yang dituduhkan JPU.

“Kami yakin tidak bersalah, semua yang dituduhkan JPU kepada kami tidak terbukti dalam persidangan. Kami akan terus berjuang untuk memperoleh keadilan,” ungkap Agus kepada berbagai media.

Lebih jauh dia sebutkan, karena tidak unsur pidana dirinya yang berlatar belakang pendidikan hukum mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Ketua PN Jakarta Utara.

“Permohonan penangguhan sudah saya buat dan ajukan melalui penasihat hukum saya, sedangkan istri saya sudah lebih dahulu mengajukannya,” terang Agus.

Pertimbangan penangguhan Agus butarbutar dan istrinya Juniar lainnya, karena keduanya sudah lansia, berumur diatas 54 tahun. Tentunya pada usia-usia tetsebut sangat rentan terserang penyakit corona. Apalagi keduanya harus bekerja menghidupi keluarganya.

“Saya dan istri yang sudah lansia dan rentan terserang wabah corona ingin bersama keluarga agar bisa mengawasi anak-anak saat merebaknya virus corona ini, berharap Ketua PN Jakarta Utara dapat mengabulkan penangguhan penahanan kami. Dan kami pun siap menjalani pemeriksaan dengan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan di pengadilan, kooperatif mengikuti persidangan,” mohon Agus.

Di bagian lain disebutkannya, terkait pernikahan istrinya Juniar alias Vero dengan almarhum Basri Sudibyo, adalah sah karena dinikahkan oleh seorang pendeta.

“Kalau penggugat menilainya sebagai pendeta palsu, boleh-boleh saja karena itu hak mereka. Tapi hati-hatilah berbicara, sebab tidak ada pendeta palsu. Biarkan Tuhan yang melihatnya,” tutur Agus.

Agus juga menegaskan, dia dan Juniar sama sekali tidak pernah merebut warisan almarhum Basri.

“Semua tuduhan JPU itu tidak benar, tidak ada satu pun yang terungkap dalam persidangan,” tegasnya.

Sementara itu, terkait permohonan penangguhan Agus dan Juniar yang didakwa perkara dugaan pemalsuan Akta Perkawinan, disebutkannya Ketua PN Jakarta Utara Amin Ismanto belum memberikan penjelasan.

“Majelis hakim yang menangani kasus ini juga belum memberikan tanggapan,” sebutnya.

Di bagian akhir, Agus menegaskan, dia dan istrinya Juniar sama sekali tidak berkeinginan menguasai aset atau warisan Basri Sudibyo di luar yang diberikan almarhum kepada Juniar. Sedangkan Agus dan Juniar hingga sekarang masih berstatus sebagai suami istri, sudah merasa sama-sama tua Sehingg tidak berniat menguasai apapun yang bukan hak mereka.

ED

Leave a Reply