Dijemput Orangtua, Santri Ponpes Miftahul Khaer Resmi Belajar di Rumah Hingga Darurat COVID-19 Berakhir



Dijemput Orangtua, Santri Ponpes Miftahul Khaer Resmi Belajar di Rumah Hingga Darurat COVID-19

Santri Miftahul Khaer

TANGERANG, Bantenlink. com — Pengasuh Pondok Pesantren (Pesantren) Miftahul Khaer, Curug, Tanherang, KH Hafis Gunawan, S.PdI., Sabtu (28/3/2020), melepas kepulangan sebanyak 1400 santri untuk kembali ke rumah masing-masing. Setelah ke rumah lagi, santri tetap belajar secara online dengan Ponpes penyelenggara pendidikan hingga berakhir masa Darurat Wabah Virus Corona yang ditetapkan Pemerintah.

Kebijakan para santri yang tetap belajar dengan pondok pesantren secara online tersebut diambil Ponpes Miftahul Khaer pasca diterbitkannya peraturan pemerintah terkait mencegah semakin meluasnya secara global wabah Corona Virus Desease (COVID-19). Pemerintah melarang adanya kerumunan kontak fisik antar warga, karena dikhawatirkan dapat menambah banyak korban virus mematikan ini.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri sejak 23 Maret 2020 sampai 23 Mei 2020 membuat kebijakan meneruskan peraturan Pemerntah Pusat, agar peserta didik sementara waktu belajar di rumah,” ungkap Hafis Gunawan.

Terkait aturan teknis kepulangan santri yqng berasrama atau menginap di Ponpes Miftahul Khaer 1 dan 2, lanjutnya, harus dijemput walisantri mulai Hari Sabtu pagi tanggal 28 Maret 2020. Untuk belajar di rumah, para santri buku dan kitab yang dipelajari di pondok pesantren.

“Sedangkan saat menjemput putra atau putrinya, wali santri, hanya dapat menunggu di pintu atau pos sekuriti. Wali santri tidak diizinkan untuk masuk ke dalam area pondok yang memang sudah ditutup untuk umum sejak adanya peraturan pemerintah,” terang Pak Kiai yang selalu dipanggil Abi oleh para santriwan dan santriwatinya itu.

Pengamatan Bantenlink.com sejak pagi sekali para wali santri sudah datang ke Ponpes Miftahul Khaer sejak pagi.
Jika sudah ada penjemputan, ketika wali santri datang, santri yang telah siap membawa kitab-kitab dan pakainya dipanggil oleh bagian keamanan (sekuriti Ponpes) dari kamarnya untuk menemui orangtuanya yang datang menjemput.

“Santri dilarang pulang sebelum datang dihemput orang tua yang dimulai pukul 07.00 WIB. Dan agar aman, saat pulang diharuskan membawa edaran perihal perpulangan,” tegas pimpinan Ponpes favorit hingga ke pulau Jawa, yang beralamat di kampung Babakan, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang tersebut.

Ed

Leave a Reply