EmrusCorner | Menekan COVID-19 Lewat Komunikasi Kesehatan



Emrus Sihombing

OLEH EMRUS SIHOMBING

SEBELUM saya memguraian lebih lanjut, semoga, tentu tetap dengan kerendahan hati, saya berharap NEGARA dapat mendengar dan melakukan ide dan gagasan yang tersaji di bawah ini untuk memacu dengan kecepatan tinggi mencegah penyebaran dan mengatasi dampak covid-19 yang sedang kita alami bersama saat ini.

Jika kita menyimak data tersaji di berbagai media massa yang kredibel, sampai saat ini terdapat kecenderungan kenaikan jumlah penderita dan yang mendahului kita dibanding yang sudah sembuh.

Kecenderungan peningkatan tersebut pada titik waktu tertentu ke depan dipastikan terjadi penurunan, yang saya sebut sebagai hukum berbanding terbalik. Artinya, semakin menurun jumlah penderita penyakit ini, semakin banyak pula orang yang sembuh, dan jumlah orang yang meninggalkan kita pasti akan menurun sangat-sangat signifikan seiring dengan tumbuhnya kesadaran dan perilaku seluruh anggota masyarakat terhadap ancaman covid-19 dengan melakukan Strategi Komunikasi Kesehatan secara masif, terstruktur dan sistematis. Bisakah?

Menurut hemat saya, sangat mungkin dan bisa dengan suatu perencanaan dan eksekusi komunikasi kesehatan yang baik serta terukur.

Dari aspek Ilmu Komunikasi, hukum berbanding terbalik dalam penanganan covid-19 ini, sebagai suatu realitas sosial yang sangat-sangat bisa kita realisasikan dan capai di Tanah Air.

Untuk itu, Gugus Tugas pada seluruh kategori dan tentu di semua tingkatan, sebagaimana acapkali saya sampaikan di ruang publik, harus dibentuk Unit Komunikasi Kesehatan (UKK). Unit ini sangat penting dalam membangun hidup sehat di tengah masyarakat.

Kewajiban utama UKK dalam menangani penyebaran covid-19, bertanggungjawab dan bertugas menumbuhkan kesadaran, mambangun sikap optimis dan melakukan hidup sehat seperti membuat jarak fisik sosial, cuci tangan yang benar, keharusan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan sebaginya di lingkungan keluarga maupun di semua konteks sosial, di bandara misalnya. Tugas ini dapat dilakukan maksimal, tentu bila mendapat dukungan penuh dengan kebijakan serta penyediaan semua jenis APD oleh pemerintah di semua tingkatan dengan harga wajar.

Tugas penting lainnya, antara lain, UKK harus mampu mengkomunikasikan dengan gaya bahasa yang sesusi dengan kearifan lokal dalam suatu lingkungan komunitas masyatakat yang relatif lebih homogen di seluruh Tanah Air.

Untuk mencapai hukum berbanding terbalik tersebut, salah satu yang sangat urgent dilakukan segera adalah membuat Model Strategi Komunikasi Kesehatan yang jitu dan kurang dari satu minggu harus diimplementasikan di tengah masyarakat.

Membuat model tersebut cukup dua hari dengan melibatkan tiga komunikolog. Sementara persiapan eksekusi dari model ini hanya tiga hingga empat hari. Jadi, total 6 hari. Tentu dengan dukungan dana yang memadai dari negara serta bersinergi dengan Polri menegakkan hukum yang terukur.

Sekali lagi, dengan kerendahan hati, saya berharap NEGARA melakukan ide dan gagasan di atas dalam rangka akselarasi mencegah penyebaran dan mengatasi dampak covid-19 yang sedang kita alami bersama di Tanah Air.

/Ed

Leave a Reply