Rano Karno: Kampung KB Upaya Menekan Pertumbuhan Penduduk dan Penyediaan Stok Pangan

Foto Edy

Foto Edy

TANGERANG| BantenLink – Tingginya pertumbuhan penduduk berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan hidup, seperti pangan. Dan berkurangnya sawah membuat kita terpaksa mengimpor beras.

Hal itu diungkapkan Gubernur Banten, Rano Karno, pada launching Kampung KB di Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang Banten, pada 3 Februari 2016, hari ini.

“Untuk itu Presiden Jokowi mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB) serempak di tiap provinsi. Gunanya untuk menekan jumlah penduduk dan terjaminnya ketersediaan pangan,” ujar Rano Karno.

Foto: Edy

Foto: Edy

Acara yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Pagedangan itu, dihadiri Deputi Kementerian BKKBN, unsur Muspida Kabupaten/Kota se- provinsi Banten, Dinas terkait, para Camat, Kades dan Penggerak KB.



“Program KB agar dijadikan sebagai upaya dalam pemenuhan stok pangan. Untuk itu masyarakat Banten supaya memanfaatkan pekarangan untuk ditanami, seperti cabe dan lainnya,” pesannya.

Menurut dia, pencanangan Kampung KB di Kabupaten Tangerang dengan alasan populasinya melebihi 3 juta jiwa. Petambahan penduduk di daerah ini terus meningkat seiring banyaknya area perumahan.

Foto: Edy

Foto: Edy

“Tapi, Presiden Jokowi telah mematok Provinsi Banten memproduksi padi sebanyak 1 juta ton. Kabupaten Tangerang disebut sebagai daerah yang masih bisa diharapkan dari potensi sawahnya,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, Desa Pagedangan sendiri yang sebelumnya area persawahan, kini jumlah penduduk bertambah, dan hanya memiliki 1 hektar sawah, karena banyaknya dibangun perumahan.

“Karena area pertanian makin berkurang, tiap desa di Banten diharapkan punya Kampung KB. Ini sebagai upaya menekan laju pertumbuhan penduduk dan langkah menghitung stok pangan,” tegasnya. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply