Bupati Bilang ke Menteri Desa, Peran Desa Tangerang sebagai Buffer Zone Jakarta Tak Bisa Diabaikan!

Mendes PDT & Trans dalam Kunker Berdialog Interaktif dengan Ratusan Kades di Kabupaten Tangerang

Mendes PDT & Trans dalam Kunker Berdialog Interaktif dengan Ratusan Kades di Kabupaten Tangerang. (Foto Edy)

TANGERANG |BantenLink – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi, Marwan Jafar, Selasa (2/2/2016), bertemu muka dengan sekitar 100 Kepala Desa se-Kabupaten Tangerang, Banten. Pertemuan sebagai kunjungan kerja beragenda dialog interaktif, serta meninjau kegiatan pembangunan desa.

Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar membuka acara tersebut. Turut hadir Asisten Daerah 1, Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa, Ketua Apdesi, Forum BPD dan para Pendamping Desa-desa setempat.

“Saya menyampaikan terimakasih atas kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi. Kabupaten Tangerang memiliki penduduk melebihi 3 juta jiwa, memiliki 29 kecamatan memiliki 246 desa,” ujar Bupati Tangerang saat membuka sambutannya.
.
Kabupaten Tangerang, lanjut Zaki, buffer zone (kawasan penyangga) DKI. Karena itu, sebagai mitra Jakarta tak bisa diabaikan desa-desa dan tanggung jawab para aparatur desa di dekatnya. Apalagi menempuhnya cukup 2 kali tol dari Ibukota. Jadi mudah sekali untuk memantau desa desa daerah ini.

Kegiatan dialog interaktif para Kades dan Mendes PDT dan Trans. (Foto Edy)

“Namun di desa desa Kabupaten Tangerang ditemui perbedaan tingkat populasinya, sarana prasarana dan warna karakter lainnya. Ada desa yang sudah sangat maju dengan fasilitas wifi, namun ada yang sagat siulit menjangkau signal internet, serta aliran listrik yang masih byar pet,” imbuh Zaki.



Bupati mengharapkan, dengan adanya dialog interaktif antara Mendes PDT dan Trans, diharapkan ada pertanyaan tentang ADD dan jawaban Menteri, yang bisa memberi masukan pada Kades. Selain itu kehadiran Menteri Marwan Jafar dapat memotivasi agar Kades terus membangun desa masing-masing.

Sedangkan MenDes PDT dan Trans dalam sambutannya, mengatakan kementerian yang dipimpinnya sebagai yang pertama dalam mengurusi desa. Ia menyebutkan, di wilayahnya memiliki sebanyak 72.944 desa, 412 kabupaten dan sebanyak 70 persen atau 183 kabupaten berkategori deerah tertinggal.

“Penyerapan Anggaran Dana Desa tahun 2016 akan ditingkatkan menjadi 2 kali lipat dari tahun 2015, yakni bertotal sekitar Rp 47 triliun. Lebih jelasnya, jika pada 2015 rata-rata yang menerima per desa sekitar Rp 700-800 juta, maka di tahun 2016 masing-masing desa akan mendapatkan DAD sekitar Rp 1,5 miliar,” ungkap Mendes PDT dan Trans dalam kesempatan itu.

Lebih lanjut Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi Periode 2014-2019 ini menyebutkan, Dana Desa harus dimanfaatkan untuk kegiatan memprioroitaskan pembangunan insfrastruktur. Dengan menggunakan tenaga padat karya yang bermanfaat dalam mengurangi pengangguran di desa.

Cenderamata Mendes PDT & Tran Marwan Jafar pada Bupati Tangerang dan para Kades. (Foto Edy)

Cenderamata Mendes PDT & Tran Marwan Jafar pada Bupati Tangerang dan para Kades. (Foto Edy)

Selain mengadakan dialog interaktif dengan para Kades, Menteri Marwan Jafar diagendakan berkunjung ke Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa. Dalam kesempatan itu, mantan Politisi PKB itu meninjau realisasi CSR Perusahaan Astra dan lainnya sebagai bentuk partisipasi swasta menggalakkan pembangunan desa.

Kehadiran Mendes PDT dan Trans ditandai pemberian cenderamata berupa buku berjudul Kebangkitan Desa pada Bupati Tangerang, dan penyerahan baju kaos dan majalah desa sebagai simbol tali asih. Marwan juga meninjau Rumah Pintar, arena bermain anak-anak dan hasil keterampilan para ibu rumah tangga setempat. Selanjutnya mengunjungi Kantor Desa dan Bumdes Simpan-Pinjam. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply