Kaget Honor Rp 300 Ribu, Rano Karno Mau Tambah Rp 1 Juta Gaji Pendamping Jamsosratu

Foto Edy

Foto Edy

Tangerang | BantenLink – Meskipun satu orang, pendamping Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) mendampingi 200-300 keluarga miskin Program Keluarga Harapan (PKH). Ironisnya, relawan tersebut hanya mendapatkan honor Rp 300 ribu per bulan.

Tapi kini pendamping akan dapat bernafas lega mendapatkan reward dari Jamsosratu yang merupakan replikasi, yang memberikan bantuan uang sejumlah Rp 2,8 Juta pada keluarga miskin. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Banten akan menambah “gaji” senilai Rp 1 Juta Rupiah setiap bulan selama 5 tahun.

Hal itu terungkap saat pembukaan pembekalan pada 1018 pendamping Jamsosratu yang terintegrasi dari pendamping PKH dan TKSK (Tenaga kesejahteraan Sosial). Kegiatan pembinaan dan pembekalan di Hotel Yasmin, Binong, Curug, Tangerang, Banten, Senin (1/2/2016), dihadiri para pejabat dinas dan relawan dari 8 Kabupaten/Kota setempat.

Pada kesempatan pembekalan pelaksanaan tugas pendamping Jamsosratu, dilaksanakan pembinaan kepada 1018 orang.

Jamsosratu atau PKH sendiri sebagai upaya penanggulangan kemiskinan dengan pemberian bantuan sosial tunai bersyarat kepada RTS (Rumah Tangga Sasaran) atau KSM (Keluarga sangat Miskin). Program kesejahteraan sosial ini akan tetap dilanjutkan Provinsi Banten dengan terus menyelenggarakannya agar rakyat sejahtera.

Gubernur Banten, H Rano Karno, sendiri merasa prihatin mendapatkan kabar tentang minimnya honor yang diberikan pemerintah pusat melalui APBN. Ia merasa kaget atas upah yang didapat pendamping. Untuk itu, ‘si Doel” memotivasi pendamping PKH atau TKSK agar tidak merasa kecil hati. Bahkan meminta agar tetap bersemangat dan sungguh-sungguh menjalankan tugas yang dipercayakan pemerintah.

“Saya kaget pendamping sosial hanya mendapatkan honor Rp 300 ribu. Tapi walaupun hanya mendapatkan honor kecil, tetaplah bersemangat dan menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Insya Allah saya bisa meningkatkan honornya,” janji Rano Karno dalam sambutannya.

Lebih jauh dikatakan Rano, dirinya akan menaikkan Rp 1 juta yang diambil dari dana APBD Provinsi Banten kepada setiap pendamping Jamsosratu. Selain itu juga memberikan kenderaan operasional.



Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Ino S Raswita, kepada BantenLink.com mengatakan menyambut baik janji yang diucapkan Rano Karno. Ia menyebutkankan, Jamsosratu tetap dibutuhkan, karena berguna bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan pendidikan. Sedang mengenai pelaksanaannya, diverifikasi secara ketat oleh pendamping Jamsosratu yang dilatih Dinsos.

“Peran pendamping Jamsosratu tak bisa diabaikan begitu saja. Kita apresiasi dengan setinggi-tingginya keinginan Pak Gubernur yang berencana akan menambah honor pendamping. Tahun 2016 ini ada sebanyak 54 ribu rumah tangga sasaran yang mendapatkan bantuan sosial tunai bersyarat,” papar Ino.

JAMSOSRATU JUGA

Ditambahkannya, pemerintah tetap membangun kesejahteraan sosial dengan cara memberikan perlindungan dan jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan rehabilitasi sosial. Kemudian, setelah prasejahtera menjadi warga sejahtera dengan membuat kelompok ekonomi secara usaha bersama.

Anhari, salah seorang pendamping Jamsosratu yang hadir pada acara tersebut, mengatakan calon penerima Jamsosratu tahun 2016 akan diverifikasi ulang secara akurat oleh petugas pendamping. Setelah dibantu, misalnya jika ada anak yang tidak bersekolah bantuan, uangnya akan dipotong.

“Dana Jamsosratu atau PKH tidak boleh sembarangan dipergunakan. Jika anak berturut turut tidak sekolah 3 bulan, atau tidak tepat sasaran, dananya akan dipotong dan tidak diberikan lagi,” kata Anhari.

Dia sebutkan, yang diverifikasi yakni, apakah pada keluarga miskin itu ada terdapat ibu hamil, menyusui, nifas, balita usia 0-5 tahun dan memiliki anak bersekolah SD hingga SMA. Kami pun harus senantiasa memantau agar dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan anak, dan bukan untuk orangtuanya.

“Memang pekerjaan pendamping di Jamsosratu sangat banyak. Tentunya, kami sangat gembira kalau Bapak Gubernur Rano Karno merasa bersimpati dan ingin menambah honor pendamping PKH dan TKSK,” tandas pendamping dari Kabupaten Tangerang ini (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply