Habib Ali Assegaf Sholawat Bersama Sesepuh, Rois Syuriah Serta Ulama dan Warga Nahdlatul Ulama Curug



Habib Ali Assegaf Shalawat Bersama Sesepuh Rois Syuriah Serta Ulama dan Warga Nahdlatul Ulama Curug, Tangerang

TANGERANG, Suluknews.or.id — Acara “Kadujaya Bersholawat” yang diselenggarakan Majelis Sholawat Mababbah Musthofa dilaksanakan dalam rangka memperingati Isra’ wal Mi’raj 1441 Hijriyah. Kegiatan berlangsung di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/3/2020), malam. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Assegaf (menantu Habib Luthfi bin Yahya) dari Pekalongan, yang datang beserta rombongannya Hadroh Az-Zahir, yang membuat dihadiri oleh ribuan Nahdliyyin. Sholawat bersama itu diikuti KH Juhaeni Angga, para ulama kharismatik Curug yakni Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Curug KH Babai Mustofa dan Ketua Rois Syuriah NU Curug KH Hafis Gunawan (Pondok Pesantren Miftahul Khaer), para kiai, ustadz, habib, jamaah NU, GP Ansor, Banser dan ribuan muslimin dan muslimat ahlu sunnah wal jamaah dari wilayah di sekitar maupun dari luar Tangerang.

Ya, hadirin bukan hanya datang dari Tangerang dan sekitarnya, tapi juga dari beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut Habib Ali Zainal Assegaf bin Segaf. Dari shalawat bersama yang diikuti beragam kalangan, yang berlangsung pada mulai ba’da Isya Rabu malam Kamis, 4 Maret 2020 dimulai pukul 19.30 WIB hingga 00.30 WIB dinihari di lapangan sepakbola, kampung Kontrakan sebelah Kantor Kepala Desa Kadujaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang itu setidaknya menunjukkan bahwa Tangerang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Meskipun sepanjang acara terus diterpa hujan gerimis, namun para jamaah yang banyak datang dari jauh rela berhujan-hujan dan tetap berada di tempat duduk di atas rumput yang sebagiannya beralaskan plastik. Tak lain penyebabnya hanyalah karena tumbuhnya mahabbah kepada Rasulullah atau Nabi Muhammad SAW.

Para jamaah ada juga yang lesehan pada dua unit panggung yang berdiri di kanan dan kiri panggung besar tempat Habib Ali Zainal Assegaf bin Segaf, para ulama dan tim hadroh duduk bersama. Sedangkan jamaah lainnya lesehan di lapangan atau berdiri mengisi tempat lainnya di luar lapangan. Tapi bagi para jamaah yang posisinya jauh dari panggung dapat melihat Habib Ali Zainal Assegaf Bin Segaf beserta para ulama bersholawat bersama melalui dua layar raksasa yang dipasang di tengah lapangan.

Sholawat yang diiringi musik hadroh berisi syair-syair yang dilantunkan diantaranya Ya Habibi, Ya Nabi Salam Alaika dan Man Ana.

Di sela sholawat, dalam ceramahnya Habib Ali Zainal Assegaf Bin Segaf, berpesan agar para yang hadir menjaga nasionalisme dibawah naungan NKRI dan bendera merah putih. Diingatkannya, sebagai pecinta Nabi Muhammad SAW seharusnya dapat memahami sebagaimana yang disampaikan para ulama.

Diungkapkannya, pada malam 10 Rajab yakni Jumat, (4/3/2020) adalah waktu dimana Allah menciptakan Nur Rasulullah SAW. Maka siapapun yang bershalawat pasti mendambakan duduk bersama Nabi SAW di Surga, yang segala dosa dihapuskan Allah SWT. Karena mahabbah kepada Nabi SAW, kita merasakan datangnya Nabi, Insya Allah kita bertemu dengan ruh Nabi Muhammad. Dengan banyak bershalawat dosa-dosa kita akan diampuni Allah SWT. Meskipun yang datang ke majlis shalawat ini bermacam-macam, tapi yang pasti niatnya adalah pulang untuk membawa berkah.

Ali Zainal Assegaf Bin Segaf, mengingatkan lagi, yang penting jangan sampai meremehkan shalat subuh dan shalat Isya. Kalau telat shalat subuh malulah kepada Rasulullah SAW. Jangan mengundur shalat Isya karena waktunya panjang, apalagi sampai membuat kebablasan tidur atau tak sempat sholat dan terpaksa menggabung sholat dengan sholat Subuh.

Kembali kepada shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tentang memberikan salam kepadaNya pasti memberikan keberkahan dan akan dibalas Allah. Dalam majelis sholawat Ruh Nabi pasti hadir. Namun sangat disayangkan kalau kita tidak bisa melihat dan merasakan kehadiran Nabi SAW. Karena tidak membiasakan melihat-lihat sesuatu yang mulia, tapi mungkin terbiasa melihat dan sesuatu yang haram. Kalau demikian adanya, sudah pasti kita tidak akan bisa merasakan Ruh Nabi. Memang seharusnya umat Islam bisa menjaga pandangan, penciuman dan lainnya dari godaan yang bukan haknya.

Salah seorang ulama pernah mengisahkan, kalau kita bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka ruh Nabi akan melihat kita. Ulama-ulama dulu mengajarkan, kalau mau tidur setelah melaksanakan shalat wajib dan sunnah hendak lebih dulu, bahkan berpakaian yang bagus, berparfum yang wangi dan melakukan shalawat. Maksudnya agar ketika tidur bermimpi yang didapatkan bermimpi dengan Nabi, bermimpi dengan ulama-ulama mulia. Masya Allah.

Itu orang dulu, sekarang kalau mau tidur banyak yang tidak mengingat Nabi, tapi malah membuka You Tube. Tapi, syukur-syukur kalau yang ditonton ceramah ulama. Astaghfirullah kalau yang dibayangkan malah artis, kalau yang ditonton malah Tik Tok. Saya ingatkan kepada diri saya dan jamaah saya jangan tonton yang seperti itu.

Pada akhir acara Kadujaya Bersholawat, ditutup dengan doa bersama yang dipimpin ulama kharismatik sesepuh NU Kecamatan Curug KH Babai Mustopa yang selalu hadir bersama Rois Syuriah KH Kecamatan Curug, Hafis Gunawan yang merupakan pengasuhPondok Pesantren Miftahul Khaer.

Sebelum jamaah pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 00.30 WIB, Habib Ali Zainal Assegaf Bin Segaf sempat memimpin lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu Hubbul Wathon Minal Iman dan Mars Az-Zahir. Juga mendoakan, mudah-mudahan Bangsa Indonesia jauh dari bala musibah seperti wabah Corona. Dan semoga seluruh umat Islam di Indonesia khususnya ahlu sunnah wal jamaah jauh dari perpecahan.

Tentang Habib Ali Zainal Assegaf Bin Segaf

Habib Ali Zainal Assegaf Bin Segaf merupakan Pemimpin Majelis Ta’lim dan Sholawat Az-Zahir. Ia adalah menantu Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya dari Pekalongan. Di setiap majelis shalawat yang dipimpinnya selalu dihadiri puluhan ribu para jamaah. Dalam mengadakan majelis shalawat dilengkapi dengan kesenian hadroh yang diberi nama Az-Zahir. Habib Ali Zainal Assegaf Bin Segaf juga memiliki massa yang bernama Az-Zahir Mania.

Silsilahnya, Habib Ali Zainal Assegaf bin Segaf bin Qutb Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Bin Abu Bakar bin Imam Wadi Al-Ahqaf Umar bin Segaf bin Muhammad Bin Thoha Bin Umar Ash-Shofi bin Abdurrahman bin Muhammad bin Ali Bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali Bin Alwi Al-Ghuyur bin Muhammad Al-Faqih Muqoddam bin Ali Bin Muhammad Shahib Mirbath bin Muhammad Kholiq Qhasam bin Alwi Bin Muhammad Bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Bin Muhammad An-Naqib Bin Ali Al-‘uraiddi bin Ja’far As-Shodiq bin Muhammad Al-Baqhir bin Ali Zaenal Abidin Bin Husein bin Ali Bin Abu Thalib Suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullahi Shalallahu Alaihi Wassalam.

EDY TANJUNG

Habib Ali Assegaf Shalawat Bersama Sesepuh Rois Syuriah Serta Ulama dan Warga Nahdlatul Ulama Curug, Tangerang

Leave a Reply