Di Miftahul Khaer, LAZISNU dan Plastic Pay Launching Kotak Sampah Botol Plastik



NU dan Alfamart Launching Kotak Sedekah Sampah di Ponpes Miftahul Khaer

TANGERANG, Bantenlink.com — Nahdlatul Ulama (NU) dengan akidah ahlusunnah wal jamaah berperan besar dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka. Organisasi keagamaan yang ulama dan santrinya kalau berkumpul memakai kain sarung ini, kata Ketua NU Kabupaten Tangerang, KH Encep Subandi, sejak dulu NU bukan hanya mengurusi pesantren tapi juga selalu berperan di masyarakat. Karenanya, Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZISNU) sebagai bagian dari NU, ingin menunjukkan dapat bermanfaat dengan siapapun, selain dalam mencerdaskan umat tentunya dalam memberdayakan lembaga dan umat.

Seperti nampak pada acara Launching Kotak Sedekah Sampah Botol Plastik Daur Ulang yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khaer, Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (23/2/2020). Di Ponpes yang diasuh KH Hafis Gunawan ini, Nahdlatul Ulama Kabupaten Tangerang melalui LAZISNU dibawah pimpinan Yunihar Arsyad, menunjukkan peranan dan kemanfaatannya bagi masyarakat dengan bekerja sama dengan berbagai pihak. Sebutlah, dalam kegiatan perdana melibatkan berbagai pihak diantaranya manajemen Alfamart, CEO Plastic Pay Suhendra Setiyadi untuk me-launching Kotak Sampah Botol Plastik. Untuk men-support kegiatan, Anggota DPRD Tingkat 1 Banten M Nur Kholis, DPRD Tingkat 2 Abdul Goni juga dilibatkan.
Dalam kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu, hadir jugadari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), yakni Kepala Bidang Lingkungan Denny Hasan Sanusi, yang mewakili kehadiran Bupati Tangerang A Zaki Iskandar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran berbagai pihak di acara ini,” sebut Ketua NU Kabupaten Tangerang KH Encep Subandi dalam sambutannya.

Acara diawali pembacaan kitab suci Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hubbul Waton secara bersama-sama, penyampaian sambutan-sambutan dari Ketua LAZISNU dan Ketua Nahdlatul Ulama serta CEO Plastic Pay. Launching Kotak Sedekah Sampah Botol Plastik Daur Ulang yang dilakukan secara simbolis dan diteruskan dengan foto bersama, doorprize berhadiah bantal dari daur ulang bitol platik, diakhiri dengan pembacaan doa oleh pengasuh Ponpes Miftahul Khaer, KH Hafis Gunawan SPd, menandai dimulainya penggunaan kotak sampah tersebut.

Anggota DPRD Tingkat 1 Banten secara simbolis membuang sampah botol plastik ke tempat yang telah disediakan, saat peluncuran kotak sampah botol plastik di Ponpes Miftahul Khaer, Minggu (23/2/2020)

Tentang LAZISNU

Meski menyadari launching hanya seremonial, LAZISNU merasakan mendapatkan keistimewaan bisa memfasilitasi masyarakat atau lembaga untuk mendapatkan kotak sampah plastik untuk daur ulang. Tidak itu saja, sampah yang berbentuk botol plastik bekas itu menjadi bernilai ekonomis serta ada yang siap menampungnya.

Dalam menjalankan aksi sosial, LAZISNU bekerja sama dengan Alfamart yang mempertemukan dengan pihak Plastic Pay. Plastic Pay adalah lembaga yang mengurusi pembuatan kotak sampah botol plastik untuk daur ulang serta yang akan membeli setiap sampah yang telah dikumpulkan dan akan didaur ulang menjadi bantal berjenis dacron.

“Botol plastik yang dikumpulkan akan dibeli Plastic Pay dengan harga 3 kali lipat. Tentunya, hasil dari kotak sampah botol plastik ini akan dapat menjadi income para santri atau income di mesjid,” kata Yunihar Arsyad.

Sementara, Suhendra Setiyadi selaku CEO Plastic Pay berharap dengan adanya kotak sampah botol plastik tidak lagi masalah plastik yang tambah mengotori bumi dan laut Indonesia, karena dapat didaur ulang menjadi bantal. Kerja sama Plastic Pay bersama LAZISNU sendiri sebagai bukti keinginan mengajak terus masyarakat untuk menjadikan sampah plastik menjadi lebih baik.

“Sampah botol plastik yang dipandang negatip kita jadikan positip dan bernilai ekonomis. Sampah botol plastik
bisa dibawa ke Ponpes Miftahul Khaer dan Plastic Pay akan membayarnya, dan hasilnya dapat digunakan untuk keperluan Ponpes,” ucap Suhendra.

Lanjut dia, kesulitan dalam mengatasi sampah plastik akan menjadi berkah dan kemudahan. Sekalipun dengan hanya membuang satu sampah botol plastik, sebut Suhendra, akan memberikan arti.

“Mengumpulkan sampah botol plastik bisa berubah menjadi berkat. Untuk memperbesar berkat itu dapat dengan mengajak sepuluh orang, dan dari sepuluh orang tersebut setiap orangnya mengumpulkan sepuluh orang lagi, begitulah seterusnya, sehingga botol plastik yang dikumpulkan menjadi banyak,” imbuhnya.

Mengubah sampah menjadi berkah, kata Suhendra lagi,adalah sesuatu yang dapat dihitung nilai dan manfaatnya. Bernilai ekonomis dan menjadi produk bantal dan guling. Dipastikannya, 100 persen bahan dasarnya merupakan daur ulang dari sampah botol plastik yang berasal dari kotak sampah botol plastik.

“Kegiatan bersama LAZISNU ini jika kita kerjakan secara bersama-sama bisa menjadi kegiatan raksasa yang sangat bermanfaat untuk lepas dari masalah lingkungan yaitu dari sampah plastik. Namun juga bernilai ekonomis dan bermanfaat untuk dipakai,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Kabid LH di Dinas LHDK mewakili Bupati Tangerang menggunakan Kotak Sampah Sedekah Jariyah secara simbolis

Leave a Reply