Kementerian Perindustrian Beri Bantuan dan Bimtek Kewirausahan Berbasis Pondok Pesantren



Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka melakukan Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih STeks saat memberikan keterangan pers pada wartawan di Tangerang, Selasa (18/2/2020)

Kegiatan Bimtek Kementerian Perindustrian dengan tema Kewirausahaan Berbasis Pondok Pesantren di ICE, BSD, Selasa (18/2/2020)

TANGERANG, Bantenlink.com — Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka melakukan Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih STeks MA membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Baru Berbasis Pondok Pesantren Dalam Rangka Program penumbuhan Wirausaha di Pondok Pesantren yang diikuti sebanyak 800 santri dari sejumlah pondok pesantren (Pontren) se-Banten yang digelar di International Convention and Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Selasa (18/2/2020.

Kegiatan yang ditandai dengan pembacaan ayat suci Alquran, pemberian satunan kepada sebanyak 15 anak yatim serta penyerahan bantuan alat secara simbolis mesin/alat produksi perbengkelan motor roda dua dan mesin pembuatan roti kepada tiga Ponpes di Banten yaitu Madinatunnjannah (KH Agus Abdul Ghofur MPd), Al Fathaniyah (KH Matin Syarkowi) dan Riyadlul Jannah (KH Rasyidi). Di awal kegiatan Direktur IKM Pangan Barang dari Kayu dan furniture memberikan laporan. Hadir pejabat Eselon II Kementerian Perindustrian dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Badar Suharso ST MSi, dan Kepala Disperindag Kota Tangerang Selatan dan Kepala Disperindag Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Berbasis Pondok PesatrenGati Wibawaningsih STeks MA mengatakan, pengajaran di Pontren tidak hanya mencakup pengajaran keagamaan dan moralitas tapi juga kewirasausahaan. Maka Kemenper sejak 2016 sudah banyak memfasilitasi sebanyak 47 kegiatan. Kegiatan ini untuk 2020 diharapkannya semoga membawa kemakmuran bagi ponpes dan santri.

“Saat engine of development ukuran negara maju minimal sebanyak 4 persen warga negaranegara berwirauaaha, sekarang di Indonesia baru 3 persen. Untuk itu kami mendorong kemajuan tersebut datang dari Ponpes, selain dibekali iman yang kuat takwa beribadah 5 kali dalam sehari, juga dengan memiliki modal kewirausahaan para santri lebih tangguh,” ucap Gati Wibawaningsih dalam kata sambutannya.

Ditambahkannya, pada kegiatan ini Kementerian Peridustrian memfasilitasi tiga Ponpes yakni Madinatunnjannah (KH Agus Abdul Ghofur MPd, Al Fathaniyah (KH Matin Syarkowi) dan Riyadlul Jannah (KH Rasyidi) untuk perbengkelan motor dan pembuatan roti yang difasilitasi Tepung Tapioka Sriboga. Dia pun berharap, roti yang dibuat kalau boleh dibuat dari tepung tapioka. Alasannya, roti dari singkong dari roti ternyata tidak membuat orang diabetes. Dia juga menyarankan, agar tidak usah memakan daging dan menggantinya dengan makan terong, sebagaimana kesukaannya namun bisa membuatnya sampai jadi Dirjen.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka melakukan Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih STeks dan bantuan alat untuk kewirausahaan di pondok pesantren

“Kami berharap dengan adanya bantuan dapat digunakan dengan baik, bagi bisa digunakan santri yang hobby memontiri sepeda motor. Kami hanya visa memberi, tapi untuk pemeliharaan jaga sendiri. Dinas juga diharapkan memberi anggaran pada Ponpes yang potensinya banyak sekali. Rencana kedepannya Kementerian perindustrian juga akan mengadakan acara untuk menjadikan Indonesia sebagai center busana muslim. Untuk itu akan diadakan Bulan Pameran busana muslim dan makan halal. Kalau wirausaha bisa memproduksi barang-barang yang akan dipamerkan di Jakarta Convention Centre (JCC).

Bukan hanya produk bagus yang ditampilkan, tapi bagaimana dan apa yang bisa dan sudah dilakukan di masyarakat. Apabila sudah kewirausahaan sudah meningkat dan unggul di Indonesia, kedepannya, kegiatan yang bisa ikuti adik santri ini barang-barangnya juga dapat dipamerkan secara internasional, yang dipasarkan lewat handphonr. Bahkan di revolusi industri 4.0 yang sudah lewat dan berada di 5.0, Kementerian Perindustrian menggandeng Amazon,” papar Gati Wibawaningsih.

Sementara itu, salah seorang dari pengasuh pondok pesantren Pimpinan ponpes Riadlul Jannahmengatakan, bahwa santri di pondok pesantren kegiatannya sama dengan pendidikan umum. Kalau dulu mengaji kitab kuning dan tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, sekarang rata-rata mengadakan pendidikan Tsanawiyah, Aliyah dan SMK.

“Di SMK ada Teknis Sepeda Motor, Pengelasan, Teknik Komputer Jaringan dan lain lain, yang dilakukan selain biasanya membaca kitab suci, kitab suci, shalat wajib, duha dan tahajaud. Di pesantren alhamdullah semuanya berjalan lancar. Mewakili pesantren yang menerima bantuan bantuan peralatan teknis sepeda motor dan lainya kami mengucapakan terimakasih kepada Ibu Dirjen,” kata Pengasuh Ponpes Riyadlul Jannah, KH Rasyidi.

Insyaallah, lanjutnya, santri hebat, industri kuat, Indonesia maju. Disebutkannya, kalau dulu santri tidak memilikin ilmu dagang, tidak punya ilmu pertanian, tidak dapat bibit, sekarang, sekarang Ponpes sudah siap. Anak santri sekarang banyak dalam usaha bidang lain, dan kali ini untuk teknik sepeda motir dan pembuatan roti sangat bersyukur dibimbing pemerintah pusat. Sebab, barang siapa yang menginkan dunia, ia harus belajar dunia. Kalau dulu santri belajar pakai sarung, sekarang banyak yang sudah punya mobil sekarang dan santri dari pesantren yang hebat.

EDY TANJUNG

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka melakukan Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih STeks menyerahkan bantuan kewirausahaan secara simbolis kepada pengasuh pondok pesantren

Kegiatan Kementerian Perindustrian

Leave a Reply