RW Cluster Karelia: Bangunan 2 Lantai Tanpa IMB di Paramount Ini Harus Dibongkar!



Ini Sebab Bangunan 2 Lantai Tanpa IMB Perubahan di Paramount Harus Dibongkar


TANGERANG, Bantenlink.com — Niat hati hidup di rumah cluster bisa mendapatkan kenyamanan tempat tinggal, nyatanya yang didapatkan justru bagaikan kebalikannya.

Seperti dialami Didik dan Jecksen yang membeli rumah di Cluster Karelia Village, Gading Serpong, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kenyataan yang didapatkan, kata keduanya, justru sebaliknya. Pasalnya penghuni boleh-boleh saja membangun lahan seenaknya dan pengembang tampaknya membiarkannya.

Didik yang juga sebagai Ketua RW 029, Lingkungan Karelia Village itu, didampingi tetangganya Jecksen yang merupakan RT setempat, sama-sama mengemukakan terusiknnya kenyamanan di kawasan bergengsi Paramount itu pasca salah seorang warga baru berinisial IK mendirikan bangunan tambahan di samping rumahnya.

“Kami berharap, untuk bangunan tersebut Satpol PP harus secepatnya membongkar bangunan yang tanpa IMB itu. Biar ada efek pembelajaran yang tidak diikuti penghuni lainnya,” ucap Didik kepada Bantenlink.com, Kamis (13/2/2020).

Dia menambahkan, seharusnya pengembang pun tak membiarkan yang melanggar site-plan. Mestinya, penghuni tidak semaunya mendirikan bangunan tambahan, karena pihak pengembang sudah merancang dengan sebaik-baiknya lingkungan cluster agar selalu nyaman bagi penghuninya.

“Apalagi ada aturan, untuk tampak bangunan dari depan tidak boleh diubah. Waktu dipasarkan, model rumah dan lingkungannya kan dibuat menjadi daya tarik pembeli, yang menjadikan perumahan ini mempunyai nilai jual dalam fungsi seperti lahan terbuka dan keindahan desainnya. Tapi kami jadi nggak habis pikir, tiba-tiba dibiarkan saja warga membangun seenak-enaknya,” beber Didik yang masih mengingat alasan mengapa dirinya membeli perumahan itu.

Anehnya lagi, lanjutnya, berani-beraninya tanpa dibekali IMB si pemilik rumah tersebut terus melanjutkan pendirian bangunan tambahan hingga nyaris rampung. Setelah persoalan ini makin mencuat kepermukaan barulah pendirian bangunan tambahan rumah tersebut dihentikan pemiliknya.

“Kami merasa kecewa kepada pemilik rumah yang arogan membangun seenaknya dan juga kepada pengembang Paramount yang membiarkan saja pendirian bangunan tambahan di perumahan cluster yang sebenarnya sudah jelas-jelas ada aturan-aturannya,” ungkap Didik.

Senada dengan Didik, Jecksen yang menjadi tetangga, RT dan rekannya satu RW, juga berharap pendirian bangunan tambahan yang seperti dibiarkan pihak Kecamatan Pagedangan ini, segera diproses secara hukum yang berlaku.

“Hal ini tentunya melanggar Pasal 1 ayat 5 Pemendagri Nomor 32 tahun 2010 tentang kewajiban memperbarui izin mendirikan bangunan dengan detail bangunan terbaru. Kalau bangunan tidak ada IMB di PP 36 Tahun 2005 disebutkan sanksinya pembongkaran,” tegas Jecksen.

Dirinya menceritakan, atas kegaduhan yang telah terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, bertempat di aula kantor Kelurahan Medang pada pagi hari tadi telah dilakukan pertemuan yang menghadirkan berbagai pihak, diantaranya Kepala Trantib Pagedangan, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, BP2T, manajemen Paramount dan warga Cluster Karelia.

“Pertemuan yang diprakarsai tim kuasa hukum warga yang mendirikan bangunan tambahan secara ilegal ini, namun menemukan jalan buntu karena tidak dihadiri Camat Pagedangan dan Lurah Medang,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Pertemuan terkait bangunan lantai 2 tanpa IMB Perubahan di Cluster Paramount yang dihadi berbagai pihak menemukan jalan buntu di Kelurahan Medang, Kamis (13/2/20)

Leave a Reply