Warga Amanahkan Aspirasi Kepada Rispanel Arya di Reses Kesatu



Peserta Reses I Rispanel Arya secara hikmat mengikuti kegiatan

TANGERANG, Bantenlink.com — Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Rispanel Arya SST MM, Minggu 9 Pebruari 2020 menggelar Reses I (kesatu) yang bertempat di Saung Aspirasi Rakyat, di kediamannya Perumahan Binong Permai, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Rispanel menyebutkan, pengurangan APBD sehingga banyak yang belum terealisasi. Namun ia tetap memperjuangkan amanah yang menjadi aspirasi rakyat semasimal mungkin. Jika ada evaluasi dan ada masalah dirinya berjanji akan memperjuangkannya lagi setelah masyarakat kembali mengusulkan pembangunan yang menjadi prioritas di daerah pilihan (Dapil)nya, Kecamatan Curug, Panongan dan Cikupa, untuk dapat terealisasi di tahun depan.

Hadir dalam kesempatan Reses Dewan berasal dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang dimulai pukul 20.00-22.00 WIB tersebut para tokoh masyarakat seperti, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Binong, Ketua Forum RW, Ketua RW, Unsur Pemuda, TP PKK dan elemen masyarakat lainnya.

Usulan Musrenbang dan Aspirasi DPRD 2020 akan direalisasikan APBD pada tahun 2021. Memprioritaskan semua usulan pembangunan saluran air agar dapat sambung menyambung untuk dapat menanggulangi masalah banjir.

“Reses sendiri adalah untuk menjaring aspirasi rakyat yang akan direalisasikan dalam pembangunan. tapi diatur secara struktural di DPD untuk pelaksanaan agar terbagi merata,” kata Anggota DPRD Kab Tangerang yang juga dipercaya di Bagian Anggaran (Banggar) itu.

Rispanel menambahkan pertemuan dirinya dengan tokoh dan warga masyarakat Kelurahan Binong di kediamannya sebelumnya telah dilakukan di kantor Citra Bhayangkara Binong, juga di wilayah Kecamatan Curug, Panongan dan Cikupa sehingga aspirasi didapatnya dari seluruh wilayah Dapil.

“Hasil Reses Kesatu yang telah digelar ini akan dibawa besok akan dibawa ke Pra Musrenbang Kecamatan Curug yang menyelenggarakan Pra Musrenbang untuk menyocokkan usulan agar tidak sama mengingat terbatasnya usulan yang bisa direalisasikan,” terang Rispanel Arya.

Dirinya mengakui terbatasnya APBD karena ada beberapa pembangunan yang lebih diprioritaskan. Misalnya, sangat besarnya biaya untuk mengatasi kemacetan dengan membebaskan lebih dulu tanah untuk proyek pemerintah pusat yakni pembangunan underpass Bitung dan pembebasan lahan untuk fly over Cisauk.

Selain itu di Binong sendiri akan dilaksanakan pelebaran jalan selebar 2 meter kiri dan kanan. Akibatnya,
berkurang anggaran dan tidak semua usulan bisa masuk. Terlebih semakin ketatnya aturan dengan adanya sistem berbasis simral atau e-planning ketika usulan masuk database Bappeda.

Menikmati hidangan yang disediakan

Masalah lainnya, lanjutnya,adalah realisasi prosentase anggaran yang ditarget untuk pembangunan fisik 55 persen dan nonfisik 45 persen. Tak lain tak bukan hal ini dipatok agar Kabupaten Tangerang tetap mendapatkan jan predikat BPKP Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Untuk mengajukan pembangunan di Saung Aspirasi Rakyat kini kami jaga stand by sebagai untuk menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat,” katanya.

Terkait banyaknya usulan masyarakat yang banyak dan dapat diatasi masyarakat harus memahaminya. Awalnya ada 50 judul akhirnya terpotong atau berkurang. Kalau yang lupa usulkan saja lagi.

Rispanel mencontohkan, di RW 12 ada kegiatan kampung hijau dan infrastrukturnya dan biaya cukup besar yakni sekitar 350 Juta

Rispanel sendiri dapat membayangkan Anggaran Bansos untuk rehab seperti mesjid dan Pospol Binong tidak dapat dimasukkan. Sebagai solusinya, khususnya Pospol Ubud Rispanel siap menyumbang dana pribadi dan bersama-sama TMD Lippo Karawaci turut serta didalam memperbaiki plafonnya.

Begitu juga usulan Azhari perwakilan RW 011 pengajuan tenda belum ada kabar. Ibu Yoyo dari RW 06 membutuhkan Posyandu, bangku dan kipas. Joko RW 18 yang menunggu realisasi proposal perapihan Posyandu, perbaikan jalan utama dan drainase. Serta Azizah di RW 15 yang menginginkan pemasangan portal yang bisa dilanjutkan.

“Masalah banjir di RW 14 RW 13 ngungsi dapat dengan melakukan usulan pengurugan dan normalisasi saluran air. Tak lain adalah kesalahan pengembang yang menjadikan jalan di atas saluran air selebar 2,5 meter yang berada di hadapan rumah binong jalan selebara 2,5 jalannya adalah Saluran air,” paparnya.

Terakhir, dalam menanggapi usulan RW 18 Rispanel Arya menyebutkan terakhir usulan dilaksanakan pada bulan Juni tahum depan. Yang direalisasikan usulan biasanya bulan Oktober-November setahun berikutnya. Paling cepat terealisasi bulan mulai Juni.

“Belum masukan Musrenbang Kabupaten. Bulan Juni terakhir pengajuan,” ucapnya

Rispanel Arya

.

Tim Sahara

Edy Tanjung

Leave a Reply