Stop Narkoba! YMDAI Dipercaya BNN Kota Tangsel untuk Penanganan Rehabilitasi




TANGERANG, Bantenlink.com — “Jika ada yang membuat malu dari ayah ibu kita itu bukanlah urusan kita. Jika orang tua kita perampok bukan alasan sehingga kita menjadi pecandu narkoba. Jangan pernah hal itu dijadikan sebagai alasan.”

Nasehat ini menjadi kata kunci Pembina Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas saat kedatangan rombongan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Tangerang Selatan kedatangan seorang remaja pecandu narkotika dan obat-obatan (narkoba), Jumat sore (7/2/2020).

Ya, Emil, remaja pecandu yang merupakan putra karyawati hotel dan ayahnya mendekam di lapas itu, masih punya harapan. Remaja putus sekolah di kelas 3 SMP pada tahun 2017 ini karena faktor keluarga sempat masuk dalam kubangam pemakai narkoba.

Belum lama ini selama tiga bulan sempat masuk panti Rehabilitasi BNN di Lido, Sukabumi. Namun atas keinginan lekas sembuh dari cengkraman narkoba syukurlah keinginan itu mendapat support oleh BNN dan keluarga yang tidak mau membiarkannya hancur.

Agar Emil semakin pulih, remaja berusia 18 tahun tersebut dibawa ke Pondok Pesantren YMDAI untuk mendapatkan rehabilitasi atau pembinaan mental dan spiritual.

Ustadz Endang Haryana akan melakukan pengobatan dengan pendekatan dzikir, sebagai upaya agar Emil bisa kembali pulih dari kecanduannya pada narkoba seperti sedia kala.

“Sehat merupakan anugerah Allah SWT. Seseorang merasakan sakit itu tidak enak. Kalau akan disundut api rokok membuat kita takut dengan alasan kita disundut api rokok panas rasanya menandakan kita seorang yang cerdas,” kata Ustadz Endang kepada Emil.

Ditambahkannya, manusia bisa merasakan sakit itu pun karena adanya anugerah dan rahmat Allah yang besar kepada manusia. Inilah yang membedakan manusia dengan mahluk lain. Kita lahir melalui orang tua. Karenanya, pesannya jangan sakiti hati orang tua terutama hati ibu.

“Ingatlah jika kita mati orang tua terutama ibu tidak bisa lagi mengurus hartanya, tidak bisa lagi mengurus dirinya sehingga menjadi gelandangan. Seharusnya kita bersyukur ibu kita bisa membesarkan dengan air susunya, bersyukurlah dengan adanya perhatian bahkan amarahnya,” sambung Pak Ustadz itu.

Lebih jauh diibaratkannya, kalau diputuskan pacar saja kita merasa hampa, apalagi dengan putusnya kasih sayang ibu. Kita yang cerdas mengapa harus mencari sakit, larut dengan narkoba, tentu bapak ibu kita menyesal. Akibat narkoba pasti kita tak bisa membahagiakan ibu.

Mendengarnya, Emil yang diantar sepupunya dan aparatur BNN Kota Tangerang Selatan itu lama terdiam. Kemudian diingatkan, berbahagialah masih mempunyai orang tua. Untuk membahagiakan mereka kita tidak hanya kaya harta tapi juga kaya ilmu.

Sejenak terlihat bola mata Emil berkaca-kaca dan mulai menetes air matanya. Sore menjelang maghrib tadi, remaja yang dibawa keluarganya dari Tangerang Selatan memutuskan untuk tinggal di Ponpes YMDAI, Kampung Manukung, Desa Rancabuaya, Kecamatan Jambe.

Ed

Leave a Reply