Jokowi: Kalkulasi Dampak Virus Corona pada Perdagangan, Investasi dan Pariwisata



Ratas Presiden Terkait Dampak Virus Corona, Kamis (4/2/2020)

JAKARTA, Bantenlink.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar dikalkulasi secara cermat dampak dari kebijakan dalam menghadapi Virus Corona pada perekonomian baik di sektor perdagangan, investasi dan pariwisata.

Hal tersebut disampaikannya di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (4/2), pada rapat terbatas (ratas) yang membahas mengenai kesiapan menghadapi Virus Corona.

Tampak hadir dalam ratas ini Menko Polhukam Moh Mahfud MD, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg, M Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Muldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Parekraf Wishnutama, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Juga hadir Menteri Perdagangan Agus Supramanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri KUKM Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PPPA Gusti Ayu Bintang Darmawati, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Idham Aziz, Kepala BIN Budi Gunawan.

“Berhubungan dengan sektor perdagangan, kita tahu RRT merupakan negara tujuan ekspor pertama dengan pangsa pasar 16,6% dari total ekspor Indonesia sangat besar tapi juga sekaligus negara asal impor terbesar Indonesia,” ujar Presiden.

Karenanya, Presiden minta dampak dari virus corona dan perlambatan ekonomi di RRT terhadap produk ekspor kita betul-betul harus diantisipasi.

“Jadi peluang untuk memanfaatkan untuk pasar ekspor ke negara-negara lain yang sebelumnya juga hanya mengimpor produk yang sama dari RRT,” kata Kepala Negara.

Lanjut dia, Presiden juga melihat hal ini memberikan momentum bagi industri subtitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari Tiongkok.

Dengan sektor pariwisata sendiri, Presiden juga minta disiapkan langkah-langkah contingency terutama untuk Bali dan Sulawesi Utara, dua daerah yang selama ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari RRT.

“Di jangka pendek juga saya minta dimanfaatkan peluang untuk menyasar keruk pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke RRT,” tandas Presiden.

Ed

Leave a Reply