Predator Perbuatan Tak Senonoh Terhadap 4 Anak SMP Diringkus Polsek Balaraja



Konpers ditangkapnya pria pelaku tak senonoh terhadap 4 siswa SMP di Balaraja, Jumat (31/1/2020)

Tangerang, Bantenlink.com — Parah benar kelakuan pria pengangguran berinisial US alias PA (23), warga Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Bagaikan predator dirinya memangsa sejenisnya yakni empat siswa SMP, masing-masing berinisial SR (13), AA (15), MHK (13), dan FAPB (12). Perbuatan tak bermoral itu terbongkar setelah keluarga korban melapor ke Polsek Balaraja.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi saat konferensi pers di Mapolsek Balaraja, Jum’at (31/1/2020) menjelaskan, sebelum mencabuli korbannya korban terlebih dulu berkenalan dengan beberapa anak dibawah umur melalui media sosial (medsos). Setelah mendapat nomor telepon korban, tersangka membuat group WhatApp bernama “squad santuy”.

“Dari percakapan di group WhatApp squad santuy,tersangka menjadi tahu komentar-komentar yang ada di group yang dibuatnya. Tersangka juga membuat group lainnya yang diberi nama video viral,” ungkap Ade.

Setelah group terakhir dibuat, tersangka kerap mengirim video porno untuk memancing anggota grup yang aktif komentar, sehingga tersangka bisa mendeteksi dan tersangka menghubungi calon korban tersebut. Setelah janjian, dengan iming-imingi main game mobile legend, tersangka membawa korban ke rumahnya yang tidak jauh dengan rumah para korban.

“Setelah itu, pelaku membawa korban ke dalam kamar, dan di situlah tersangka menggerayangi korban sambil melakukan perbuatan tak senonoh yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan hubungan terhadap korban sejenis,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, kata Ade, keluarga korban merasa ada yang aneh dengan prilaku keseharian korban belakangan ini, sehingga keluarga korban mendesak korban untuk terus terang, hasilnya korban juga mengaku telah di perlakukan seperti itu oleh SU, sehingga keluarga korban melaporkannya ke Mapolsek Balaraja.

“Tanpa membutuhkan banyak waktu, akhirnya jajaran reskrim Polsek Balaraja langsung menangkap pelaku yang tak jauh dari tempat tinggalnya,” katanya.

Ade menambahkan, atas perbuatan tersangka, pihaknya menjerat denganpasal 82 UU RI Nomer 17 tahun 2016, perubahan kedua atas UU Nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara ditambah kebiri,” pungkasnya. 

MSu/Ed

Leave a Reply