Sebagai Kesempatan Emas, Kades Rancakalapa Ajak Warga Manfaatkan Program PTSL



Sosialisasi Program di kantor Desa Rancakalapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Tampak Kades Humaedi Bop SH bersama petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Kamis (30/1/2020)


TANGERANG, Bantenlink.com — Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2020 menargetkan sebanyak 83.750 bidang tanah. Tanah tersebut tersebar di 43 Kelurahan/Desa di 5 Kecamatan (Balaraja, Cisoka, Solear, Tigaraksa dan Panongan).

Terkait hal tersebut, karena Desa Rancakalapa Kecamatan Panongan termasuk dalam target, Kepala Desa (Kades) Humaedi Bop SH meminta agar warganya yang ingin mendapatkan sertipikat tanah dari, agar memanfaatkan kesempatan emas yang sedang ada

“Mayoritas lahan warga Desa Rancakalapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang memang belum memiliki sertipikat tanah yang dikeluarkan Kantor ATR/BPN (Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional,” katanya kepada Bantenlink.com seusai pelaksanaan Sosialisasi Penyuluhan Pelaksanaan tahun 2020 yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Kamis (30/1/2020).

Dijelaskannya, pemilik tanah di wilayahnya masih sangat banyak yang belum memiliki memiliki dan belum mengurus sertipikat tanah. Karenanya dia menghimbau dengan adanya program PTSL sebagai kesempatan emas yang harus yang harus dimanfaatkan karena perlunya sertipikat atas kepemilikan tanah.

“Program PTSL adalah untuk mengumpulkan data fisik dan yuridis atas objek tanah dalam rangka penerbitan sertipikat tanah. Sampai saat ini masih banyak warga yang hanya memiliki surat girik dan akta jual beli tanah, belum memiliki sertifikat tanah,” jelasnya.

Lanjut Kades Rancakalapa, untuk itulah diperlukan sosialisasi pembiayaan PTSL kepada masyarakat dalam menyiapkan dokumen. Dokumen-dokumennya berupa riwayat tanah, pengadaan patok dan material, operasional petugas desa, pembayaran PBB, BPHTB, PPH dan biaya akta.

Kementerian ATR/BPN sendiri melalui APBN hanya mengalokasikan dana untuk penyuluhan, pengukuran bidang tanah, pengumpulan data yuridis, pemeriksaan tanah, penerbitan SK (pengesahan data fisik dan yuridis serta penerbitan sertipikat.

“Terkait persyaratan untuk mengikuti program PTSL, warga dapat mengisi formulir yang telah disediakan, menyerahkan Surat Kepemilikian Tanah/Surat Lurah/Desa/Notaris, Copy KTP-El pemohon, KK, Copy KTP-El saksi dua orang, fotokopi SPPT PBB 2019/2020, materai Rp 6000 dan memasang patok tanda batas bidang tanah,” papar Humaedi lagi.

EDY

Leave a Reply