Tiga Ulama NU Kecamatan Curug Angkat Bicara Terkait Konferancab GP Ansor



Tokoh NU Cur

TANGERANG, Bantenlink.com — Sebanyak tiga tokoh dan ulama Nahdlatul Ulama (NU) terkemuka di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, yakni KH Hafis Gunawan, KH Ahmad Yani dan KH Fahmi mengapresiasi terpilihnya M Asdiansyah SH sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (Pinancab) Gerakan Pemuda Ansor yang kedua kalinya (periode 2017-2020, 2020-2023)pada Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Khaer, Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/1/2020).

Pengasuh Ponpes Miftahul Khaer, mengatakan dirinya mengapresiasi M Asiansyah yang terpilih kembali serta para peserta Konferancab dari 7 kepengurusan ranting atau 7 desa/kelurahan se-Kecamatan Curug.

“Selain mengapresiasi Ketua GP Ansor Kecamatan Curug, saya juga mengapresiasi Para pengurus GP Ansor sekaligus Barisan Ansor Serba Guna (Banser). Alasan sangat saya apresiasi, karena dengan modal sendiri menjadi Ansor. Mereka dengan biaya sendiri dan tidak digaji.” ungkap KH Hafis di sela kegiatan konferancab.

Disebutkannya, Ansor atau Banser atau Hisbullah sejak dulu yang membela negara sekaligus ulama. Para ulama ini dikenal dengan nyanyian Hubbul Waton Minal Iman yang syairnya sangat heroik dalam menentang penjajah, namun pihak penjajah mengiranya sebagai shalawat.

“Di zaman merdeka ini Ansor atau Banser dikenal menjaga gereja, meskipun sebenarnya hanya menjaga di luar. Tapi pernah ada Banser yang mengamankan bom malah kena ledakan,” ujarnya.

Ditambahkan KH Hafis dengan dijaganya warga minoritas dalam beribadah di tempat mayoritas Muslim, sebaliknya ketika Muslim yang jadi minoritas juga akan dijaga nonmuslim yang mayoritas.

“Waktu Natal dan tahun kemarin, Kapolsek Curug minta saya untuk turut mengamankan Hari Besar umat Kristiani. Kami pun mengirimkan Banser di gereja Citra Raya agar mereka tenang dalam menjalankan ibadah,” terangnya.

Disebutkannya, sewaktu menemani santri yang mengikuti olimpiade madrasah di Menado yang hampir setiap gang ada gang KH Hafis merasakan dirinya diperhatikan dan dijaga oleh umat Nasrani. Tak lain hal oni karena Gusdur termasuk yang ikut meresmikan gereja di sana.

“Umat Islam terlindungi di Menado, bahkan kepala daerahnya yang sengaja mendirikan, belum tentu untuk yang lain. Kalau kita baik dan melindungi di sini sebaliknya mereka pun begitu disana, sehingga Menado dikenal sebagai daerah yg sangat toleransi,” sambungnya.

Lebih jauh dikatakannya, ulama Nhdlatul Ulama selalu menjaga keutuhan bangsa yang beragam agar tidak terpecah. Saat sekarang KH Habib Luthfi meneruskannya. Dan baru sekarang menjadi watimpres setelah ulama mendampingi Presiden. Dengan masuknya ulama dalam pemerintahan masak kita tidak mau membantu, masak kita diam saja kalau ada yang protes, masa ada yang protes ulama. Makanya kita membela agama danbela ulama.

Nasihat Gus Dur Membumikan NU

Ketua MUI Curug Ahmad Yani menyampaikan terimakasih kepada anggota TNI yang mau menyaksikan semangat organisasi NU di Curug. Harus diakui orang Curug, bahwa KH Hafiz mau mendonasi. Dulu
keinginan Gus Dur disampaikan kepada KH dan saya agar membumikan NU. Karenanya,
dulunya Banten kering-kerontang sekarang nyaris nomor dua setelah Jawa Timur.

“Kehebatan di Jawa Timur, walaupun secara organisatoris banyak yang tidak NU namun secara kultural mereka mendukung NU,” tutur KH Ahmad Yani.

Lanjutnya, bagai nadliyin menciptkan kondisi anak muda bangga jadi banse, sehingga yang tak mau ikut jadi ngikut. Tentunya dengan menjadi pelopr secara organisatoris. Yakinkan akan ada bantuan Allah dan keinginan terwujud, tidak mimpi kalau ingin membumikan NU di Banten.

“Hasrat ingin membesarkan NU akan mendapatkan fasilitasi Allah jika kita ikhlas. Tanpa kita inginkan bagaimana Allah mewujudkannya. Jadilah nadhliyyin yang siap mati dengan wadah Banser demi membela agama Allah termasuk membela kiai. Sebab sebuah nasihat tanpa ada ulama manusia bagaikan hewan.

Ekonomi Kerakyatan

Ketua MWC NU Curug KH DR Fahmi, mengatakan saat ini sebagai momentum terpilihnya ketua banser dan lurah. Terkait toleransi kita sudah selesai. Sekarang adalah momentum membangkitkan NU dalam ekonomi kerakyatan. Jumlah jamaah NU yang banyak menjadi sebuah aset.

Dalam Muktamar lalu nanti kiai Said memgatakan perlunya membangun ekonomi kerakyatan karena kita pangsa pasar perekonomian global. Saat ini siap gak yang ngurusi ekonomi bukan kita. Inilah yang harus kita perbaiki.

Siapa yang salah kita karena belum belum mampu menyiapkan kader motor penggerak. Ekonomi kerakyatan. Jenderal Gatot Nurmantio mengatakan 50 tahun kedepan dunia krisis, persediaan minyak habis sehingga sasarannya ke Asia.

Tapi pada 2004-2007 saya sudah melihat di Jawa pesantren yang asetnya 1.7 triliun.Tak lain karena dapat engelola ekonomi masyarakat yang lalu diputar lagi ke masyarakat.

Di Indonesia seperti rumah tapi ditutup semua sehingga pengap. Sejak Reformasi pintu dibuka sehingga kotoran masuk tidak cocok juga. Tapi ada yang namanya filter. Basis NU di pedesaan kegiatannya pertanian dan peternakan.

Mi instan 50 tahun lagi jadi dicari. Sekarang sawah semakin menyempit. Manusia makin membludak banyak lahir, membutuhkan pangan. Pangannya di pedesaan. Ekonomi desa kalau mampu berdikari. sehingga pesantren tidak perlu proposal.

Sekarang pengusaha menguasai tanah bukan hanya untuk pemukiman tapi juga untuk pertanian. Mampukah kita kembali ke pertanian jangan hanya ke industri.

Untuk mencari benefit yang simpel bisa dengan bertanam jahe merah yang dikelola luar biasa. Di Curug lahan bisa untuk pertanian beternak lele.

Mengurus UMKM seperti Pesantren mengurus kacang. Kacang garuda dari pesantren Pati. Telor juga membuat potensi generasi nadliyin tidak stunting. Dua butir telor sehari akan membuat cerdas maka dibuatlah sedekah telor.

Ke depan diharapkan orang NU yang ada di pemerintahan diharapkan akan memberikan ruang dan tempat.

Pesantren Gontor modern tapi memproduksi roti dalam program membangun kandirian ekonomi.

UKM di Curug harus mampu menguasai tanaman. Petani dapat mengolah melon untuk di jual di supermarket.

Pengurus NU di Teluknaga ada yang bertani melon madu. Sejarah Curug sendiri kita merupakan wilayah pertanian. Mari kita bangkitkan kembali pertanian.

Ed

Leave a Reply