Pandangan M Asdiansyah Saat Beri Motivasi dalam Diklat Banser Nahdlatul Ulama



M Asdiansyah (paling kiri) berpose saat Diklatsar ke XXV GP Ansor di Curug belum lama ini


TANGERANG, Bantenlink.com — Kades Kadu, Curug, Kab Tangerang, M Asdiansyah SH atau Bang Meonk, dikenal sebagai Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor sekaligus Ketua Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) wilayah setempat. Dalam Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang dihadiri Abuya Muhtadi Dimyati dan diikuti 236 peserta serta diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Khaer di bawah pimpinan KH Hafis Gunawan pada 26-28 Desember 2019 lalu, dirinya didaulat untuk memberikan motivasi kepada para peserta.

“Saya bersyukur dan berterima masih banyak kiai atau ulama di wilayahnya yang menjadi basis kuat NU, sangat ketal dan mumpuni ke-NU-annya. Contohnya KH Tajuddin Muharoh yang dikenal selakui guru mengaji dan sangat tinggi ilmunya di Desa Kadu dan KH Supriyadi Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kadu,” ucapnya di awal pemberian kata sambutan.

Asdiansyah berpesan pada pengurus dan anggota GP Ansor dan Banser, agar tetap mengikuti para kiai atau ulama NU. Menurutnya, kalau selesai pesantren agar jangan salah masuk kampus, tapi dimintanya agar masuk STISNU (Sekolah Tinggi Islam Nahdlatul Ulama).

Dikatakan dalam penguatan ke-NU-an, kepada pengurus dan anggota GP Ansor yang sedang Diklat dipesankannya harus menghapal nama-nama para pimpinan NU, misalnya KH Fahmi (Ketua MWC Curug) Kiai Muhidin Abdul Kodir (Ketua PC Kab Tangerang), Kiai Khoerul Huda (Sekretaris GP Ansor dan Banser Banten.

“Saya minta peserta DTD atau Diklatsar Banser NU juga harus siap mematuhi pimpinan. Dirinya mengucapkan terima kasih dengan keberadaan dan peranserta Banser Curug yang telah membantu pengamanan haul yang baru ini dilaksanakan di Ponpes Abah Uci Cilongok sehingga berjalan aman dan kondusif,” terang Asdiansyah.

Dijelaskannya, dengan mengabdi kepada para ulama NU, pasti akan mendapatkan keberkahan. Misalnya seperti yang dirasakan Asdiansyah sendiri yang aktif dalam kepengurusan dan setiap kegiatan NU, sehingga baru saja berhasil menjadi Kades Kadu, Curug.

“Jadi, para peserta DTD atau Diklatsar menyiapkan fisik dan mental, karena kegiatan yang diadakan selama tiga hari itu benar-benar sangat bermanfaat. Juga agar peserta aktif membesarkan Ansor karena di belakangnya banyak ulama. Karena sehebat apapun Ansor pasti tetap akan dicari-cari kesalahannya oleh lawan,” terangnya.

Bahkan, ungkapnya lagi, kini ada gerakan sistematis dan terorganisir agar masyarakat tidak percaya kepada ulama-ulama NU. Caranya, dengan membenturkan umat Islam dengan pemerintah, seperti yang dilakukan dan terjadi di Suriah dan Libia. Oleh karenanya Ansor dan Banser diingatkannnya harus bangga menjadi kader NU dan siap mempertahankan NKRI.

EDY TANJUNG

Leave a Reply