Di Ponpes Miftahul Khaer, Abuya Muhtadi Pimpin Istighosah Diklat GP Ansor/Banser Ke XXV



Abuya Muhtadi Pimpin Istighosah di Pembukaan DTD GP Ansor Curug Angkatan XXV

TANGERANG, Bantenlink.com — Ulama karismatik KH Abuya Muhtadi Dimiyati memimpin istighosah saat pembukaan sebanyak 236 anggota Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang dilangsungkan di Ponpes Miftahul Khaer, Jumat (27/12/2019).

Menurut Ketua Pelaksana H Syariat, kegiatan tersebut dihadiri ketua NU Kabupaten Tangerang Muhidin, Sekretaris GP Ansor Banten Khoirul Huda, Ketua GP Ansor/Banser Kab Tangerang, Camat Curug diwakili Sekcam, Rois Suriyah NU Curug KH Hafis Gunawan SPd, Ketua MPC NU Curug, KH Fahmi, Ketua MUI Kadu KH Suriyadi, sesepuh NU KH MananKetua GP Ansor Kadu M Asdiansyah dan ulama karismatik NU Curug KH Tajuddin Muharoh yang alam kesempatan tersebut berkesempatan membacakan doa.

“Marilah kita membacakan doa agar kegiatan DTD berjalan sukses, untuk para peserta saya pesankan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai,” pesan Ketua Pelaksana.

Pimpinan Ponpes Miftahul Khaer KH Hafis Gunawan menyebutkan DTD yang diselenggarakan di Ponpes asuhannya, kegiatan tersebut merupakan angkatan ke XXV yang diikuti bukan saja oleh anggota GP Ansor dari Kabupaten Tangerang, tapi juga diikuti dari Kota Tangerang Selatan dan Bogor.

Diharapkan dengan pelaksanaan DTD selama tiga hari, mulai 27-29 Desember 2019 yang bertema “Memperkokoh Jiwa Miltansi untuk Mempertahankan Akidah Aswaja dan NKRI” itu semakin menumbuhkan jiwa anak bangsa dalam membela negara.

Lebih jauh KH Hafis Gunawan menyebutkan, kalau di medsos Banser selalu digunjing, tapi di sini mengikuti pendidikan ke-NU-an, ke-Aswaja-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, dan Wawasan Nusantara. Yang datang bukan puluhan tapi ratusan yang dikirim dari berbagai Ponpes.

“Peserta bayar Rp 50 meskipun tidak ada yang digaji, biaya hanya dari donatur, luar biasa. Kegiatan Banser menjaga Ponpes dan eksis di Miftahul Khaer. Habib KH Luthfi berpesan perhatikan NU sampai rapi, kita minta doanya dan agar nanti di penutupan.

Abuya KH Muhtadi juga perpesan agar jangan sendiri berjuang di NU. Niatkan masuk Banser hanya untuk dekat dan membantu ulama. Menegakkan ahlusunnah wal jamaah. Tak ada Banser yang menjaga parkiran, tugasnya hanya untuk menjaga Ponpes dari pengaruh Wahabi.

Selama Ponpes dan NKRI atau Indonesia Raya tidak diganggu Banser tidak akan disuruh perang oleh kiai. Oleh karena itu harus bersyukur Banser banyak. Kata KH Wahid Hasyim Ashari, siapa saja santri mengurus NU saya doakan husnul khatimah. Tapi jika ada kiai menjelekkan kiai NU maka rontoklah kekiaiannya. Rontok kewaliannya. Maka santri jangan terprovokasi tapi tetap mahabbah kepada para ulama NU,” papar KH Hafis Gunawan dalam sambutannya.

Camat Curug Supriyadi diwakili Sekcam mengucapkan selamat atas dilaksanakannya DTD. Menurutnya kegiatan GP Ansor yang dilaksanakan di Ponpes Miftahul Khaer sangat bermanfaat, terlebih Ponpes Miftahul Khaer juga sangat berperan dalam suksesnya pelaksanaan MTQ tingkat Curug beberapa waktu lalu.

Ketua MWC NU Curug KH Fahmi dalam sambutannya mengatakan, Banser digembleng selama dua hari. Kegiatan NU akan langsung dimonitoring oleh malaikat. Saya harapakan kedepan kader-kader ditempatkan pada posisi stategis.

“Selain untuk posisi stategis, juga meningkatkan toleransi agama di Indobesia, memperkuat dan mengembangjan ekonomi kerakyatan. Kekuatan ekonomi kerakyatan yang dipegang nadliyin seperti bidang koperasi, pertanian dan peternakan, jadi harus masuk semua.

Ketua GP Ansor/Banser Curug M Asdiansyah SH, memgatakan bersyukur dan berterima kasih kegiatan DTD dihadiri KH Manan sangat ketal ke-NU-annya, basis NU terkuat ada di curug. KH Tajuddin Muharoh menjadi salah satu yang memiliki keulamaan mumpuni di Curug, begitu juga KH Supriyadi selaku ketua MUI Kadu.

“Saya berpesan, angan salah masuk kampus tapi masuklah Stisnu. Saya berpesan peserta harus hapal. pimpinan-pimpinan NU, siapa Kiai Fahmi Ketua MWC Curug, Kiai Muhidin Abdul Kodir Ketua PC Kab Tangerang. Kiai Khoerul Huda Sekretaris Banser Banten. Harus hapal dan siap mematuhi pimpinan. Khoerul Huda. Saya ucapkan terima kasih dengan keberadaan banser, haul di Ponpes Abah Uci Cilongok aman dan kondusif.

Ditambahkannya, dengan mengabdi kepada ulama NU mendapatkan berkah seperti yang saya rasakan sendiri hingga menjadi Kades Curug. Untuk peserta DTD, siapkan fisik dan mental karena kegiatan selama tiga hari ini sangat bermanfaat. Agar aktif membesarkan Ansor karena di belakangnya banyak ulama.

Tapi sehebat apapun Ansor pasti dicari kesalahannya oleh lawan, karena ada gerakan sstematis dan terorganisir agar masyarakat tidak percaya kepada ulama NU. Caranya dengan membenturkan umat Islam dengan pemerintah seperti yang terjadi di Suriah dan Libia. Mempertahankan NKRI NU dan harus bangga jadi kader Ansor dan Banser,” pesan M Asdiansyah.

Sementara, Ketua Pengurus Cabang Ansor Kabupaten Tangerang Muhidin berpesan kepada peserta agar tidak pulang sebelum kegiatan selesai. Niatkan datang dengan iktikad membagun bangsa dan membela agama kita.

“Tabaruk di rapat diklat dengan materi NU, luruskan hati. Tabaruk ulama, bela negara dan bangsa. Kalau datang ke DTD hanya untuk memata-matai, atau siapa yang berkhianat, yakinlah pendirinya tidak ridho dan ikhlas, dan doa-doanya pasti makbul. Mari sharing kegiatan-kegiatan keansoran dan kebanseran,”

EDY TANJUNG

Peserta istighosah bersama KH Abuya Mutadi

Leave a Reply