Diskusi Nasional FH UNPAM “Melecut” Mahasiswa agar Melek Politik dan Hukum Pemilu



Diskusi FH UNPAM

Oleh: Rizky Dwi Pradana

Fakultas Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) pada hari ini, Rabu, 20 Nopember 2019 sukses menggelar Diskusi dan Seminar Nasional bertema Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Pemilu 2019 Di Banten Untuk Mewujudkan Keadilan Pemilu bertempat di Auditorium Kampus Viktor Lt.8. Acara yang di moderatori oleh Badrul Munir, SH., MH tak lain kordinator divisi penindakan pelanggaran Bawaslu provinsi Banten dan dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang, diikuti oleh ratusan mahasiswa-mahasiswi serta dosen berlangsung dengan hikmat dan penuh antusias dari seluruh peserta seminar. Rektor Universitas Pamulang Dr. H. Dayat Hidayat, MM didaulat sebagai narasumber pertama, menyampaikan gagasan-gagasannya mengenai partai idealnya seperti perusahaan dimana hanya orang-orang terbaik yang terpilih untuk menjadi wakil-wakil rakyat yang terpilih.

Lebih lanjut, Dr. H. Dayat menerangkan kecelakaan dalam berdemokrasi ialah kala legislatif dan eksekutif dikuasai oleh satu partai pemenang pemilu artinya yang seharusnya salah satu fungsi lembaga legislatif melakukan pengawasan kepada eksekutif tapi jika sama-sama dikuasai oleh satu pemenang partai itulah kecelakaan dalam berdemokrasi, ujarnya.

Partisipasi masyarakat harusnya menjadi tanda kualitas demokrasi, tak lupa Rektor Unpam juga mengajak masyarakat agar menjadi pemantau pemilu karna pemilu itu haruslah yang terbaik hal ini sebagaimana ditemukannya ratusan kecurangan dalam pemilu di Banten. (20/11/2019).

Di sisi lain, narasumber kedua yang dihadirkan ialah Gustiawan selaku Kabid Fasilitasi Pembidangan Politik Kesbangpol provinsi Banten memaparkan mengenai Arah dan Kebijakan berupa elaborasi pendekatan serta meminta kepada semua elemen mahasiswa, OKP, dan masyarakat mendukung terciptanya pemilu yang mandiri, jujur, adil, tertib, terbuka, efektif, profesional, serta efisien.

Selanjutnya didaulat narasumber ketiga Dr. Nuryati Solapari, SH., MH selaku kordinator divisi pengawasan Bawaslu provinsi Banten mengemukakan berkenaan ajakan agar mahasiswa harus melek politik karna setiap keputusan hasil politik.

Lebih lanjut, Dr. Nuryati menerangkan bahwa partisipasi masyarakat memiliki andil yang besar bagi suksesi pemilu. Disisi lain, perempuan yang pernah menjadi TKW di Malaysia dan Saudi ini juga menyampaikan keadaan trik yang dilakukan partai untuk memenuhi ambang 30% keterwakilan perempuan tetapi kurang memahami akan tahapan pemilu. Keterwakilan perempuan di provinsi Banten sebesar 17% dibanding periode lalu ada 19% artinya mengalami penurunan, ujarnya.

TPS di Banten rawan terjadi kecurangan, (misalnya) kabupaten Serang paling banyak TPS sekitar seribu TPS dan pelanggaran terjadi di tempat ibadah. Dr. Nuryati juga mengajak agar mahasiswa jika melihat pelanggaran di foto dan langsung laporkan ke Bawaslu ketika pelanggaran saat pemilu.

Seminar Nasional kembali semarak ketika sesi selanjutnya disediakan waktu untuk para peserta berdiskusi, bertanya kepada para narasumber misalnya, ada mahasiswa yang menanyakan proses penyelesaian sengketa pemilu, pemilukada dan pertanyaan berikutnya mengenai meninggalnya lima ratusan petugas penyelenggaran pemilu pada tahun 2019. (*)

Leave a Reply