SMK Negeri 7 Kab. Tangerang Siap Jadi Sekolah Rujukan

H Jamas Sopiandi

H Jamas Sopiandi

TANGERANG|BL , Jumat (22/1/2016)-Ada saja yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Kabupaten Tangerang, Banten, H Jamas Sopiandi untuk meningkatkan sarana prasarana dan mutu di sekolah yang dipimpinnya. Di usia yang ke 7 tahun ia ingin menjadikan sebagai sekolah rujukan.

Ukurannya, telah memiliki 6 jurusan dilengkapi laboratorium masing-masing untuk program studi Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Permesinan, Akomodasi Perhotelan, Teknik Sepeda Motor dan Tata Boga.

“Semua jurusan sudah ada ruang praktek siswanya, termasuk gedung praktek Tata boga yang jurusannya baru dibuka (tahun ajaran 2015-2016). Berukuran seluas 8 x 12 meter lebih dengan biaya senilai sekitar Rp 246 Juta. Kami membangunnya secara maksimal. Tidak asal jadi dan sudah dilengkapi sarana memasaknya,” ungkap Jamas kemarin.

Ditambahkannya, dengan dibangunnya ruang praktek siswa (RPS) Tataboga, membuat langkah untuk membuat SMK itu sebagai sekolah bermutu semakin terbentang. Sama halnnya dengan jurusan lainnya, program studi Tataboga yang telah lengkap saranya juga diajar guru yang berkompeten dan telah berpengalaman di perhotelan.

“Jadi, pastilah kita akan bisa menjadi sekolah rujukan. Sebagai hitungannya, tahun 2015-2016 ini saja kami telah memiliki 1500 siswa. Jika dengan adanya jurusan baru berarti bertambah 80 siswa (2 kelas), berarti di tahun 2018 pas jumlahnya 1800 siswa sebagai standar sekolah rujukan. Targeet siswa tak sulit dicapai karena setiap tahun yang minat sekolah di sini 1500 siswa, sementara yang bisa diterima hanya 600 siswa,” paparnya.

Saat ini, lanjutnya, dirinya bahkan bermimpi membangun gedung utama SMK Negeri 7. Design-nya telah disiapkanya. Soal bangun-membangun itu, katanya, mengadopsi dari sekolah yang maju. Kalau ditanya soal dana akan didapat darimana, dirinya yakin jika ada kemauan pasti ada jalannya.



Untuk terus membangun, katanya, gatal saja tangannya agar bisa melakukannya. Dan baginya, rasanya memang tak ada waktu yang kosong untuk membangun SMK Negeri 7. Meskipun tak tahu biayanya akan datang dari mana, tapi berdoa untuk berbuat hal yang baik.

“Yakinlah, pasti Allah akan mengabulkan niat baik kita. Bahkan setelah terbangunnya ruang praktek Tata Boga, sekarang saya membutuhkan uang senilai Rp 1 miliar untuk membangun Gedung Utama SMK Negeri. Saya yakin mimpi itu bisa terlaksana,” katanya sambil menunjukkan desain bangunan yang ada di laptop miliknya.

Suruh Guru Ikuti Pameran

Pada bagian lain ujar Jamas, untuk lebih memajukan 6 program studi yang ada di SMK Negeri 7, dirinya telah menginstruksikan seluruh Kepala Program agar memamerkan seluruh karya peserta didik. Untuk jurusan Tata Boga yang masih seumur jagung misalnya, dia mengarahkan untuk menciptakan kreasi kue-kue yang bercirikan penganan khas Kabupaten Tangerang. Alasannya, akan bisa dipamerkan dan dijual pada setiap momen. Apalagi selama ini jika ada pameran, yang ditunjuk mewakili tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional adalah SMK Negeri 7.

Diungkapkan Jamas pula, pada bulan April mendatang siswa-siswi Tata Boga akan studi ke salah satu hotel di Lembang Bandung. Disana akan diberi materi tentang memasak kuliner hotel. Untuk hal mutu pendidikan berlaku sama pada jurusan-jurusan lainnya. Di luar pelajaran sekolah Jamas meminta agar kepala program selalu mengikuti pameran, supaya para siswa tak canggung tampil di dunia kerja.

Keberhasilan yang telah dicapai tersebut, tambahnya, tak lepas dari peranserta semua pihak, mulai bagian Bendahara Sekolah dan Staf Administrasi dan Kepegawaian, Kordinatar Tata Usaha (Muarifah SPd). Tanpa tangan dingin para wakil Kepsek, seperti Wakil Manajemen Mutu (Esti Prasetyaningsih SS MPd), Wakil Kurikulum/Sekretaris Mimin Aminah MPd/Ade Saputra MPd, Wakil Hubungan Masyarakat dan Hubungan Industri MM Nunik Widayati ST MPd, Wakil Kesiswaan Sri Murlistyowati SPd, tak mungkin keberhasilan itu bisa diraih.

“Di SMK Negeri 7 ada kepala-kepala program yang memiliki kompetensi, seperti jurusan Teknik Kendaraan Ringan (Suhendra ST), Teknik Permesinan (Eko Rudiyanto ST), Akomodasi Perhotelan (Nuraini Zulianingsih SPd), Teknik Sepeda Motor (Sukroni ST) dan Tata Boga (Aulia Darmawan ST P) dan guru-guru lainnya baik yang produktif, maupunguru adaftif dan normatif,” terang Jamas Sopiandi. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply