Pagedangan, Desa Percontohan dan Kampung KB Tangerang

Camat Pagedangan Asep Suherman

Camat Pagedangan Asep Suherman

TANGERANG| Rabu (21/1/16)- Bupati Tangerang, Banten, A Zaki Iskandar menunjuk Desa Pagedangan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB). Hal ini terkait adanya peluncuran 524 Kampung KB oleh presiden Jokowi pada pertengahan Januari 2016 ini.

Menurut Camat Pagedangan, Asep Suherman, Kampung KB ditandai rumah dan keluarga yang sehat, memiliki dua anak, pendidikan dan kesehatan yang baik. Disamping berjalan program-program seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lanjut Usia.

”Terkait hal itu Desa Pagedangan yang ada di wilayah kami, semakin dipercaya sebagai desa mandiri percontohan Kabupaten Tangerang. Dengan adanya Kampung KB tentunya sebagai simbol kesejahteraan warga desa,” ungkap Camat Pagedangan, Asep Suherman pada BantenLink.

Diakuinya, sebelumnya desa di bawah pimpinan Ahmad Anwar itu pada akhir tahun 2014 lalu masuk 10 besar nominasi juara Lomba Desa Tingkat Nasional. Bahkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengapresiasi dengan menyambangi Desa Pagedangan pada 9 Januari 2015.

Desa Pagedangan sendiri, terangnya, merupakan satu dari 11 Desa yang ada di Kecamatan Pagedangan. Didalamnya terdapat perumahan besar Gading Serpong (Summarecon, Paramount) dan Bumi Serpong Damai (BSD) City.Namun walau penduduk aslinya hanya tinggal sebagian, tetap mempertahankan karakteristik dan kearifan lokal.



“Walaupun terbilang kawasan modern, Desa Pagedangan tidak kehilangan jati diri. Memiliki Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang dimotori Anwar Ardadili sejak 2013. Bumdes-nya telah mengelola Dana CSR (Corporate Social Responsibility), dan mendapat keuntungan dari pemilahan sampah. Karena pengelolaannya dibarengi administrasi dan tata kelola keuangan yang baik, kini menjadi contoh daerah lain,” papar Asep Suherman.

Walaupun Desa Pagedangan hanya memiliki sekitar 30% penduduk lokal karena banyaknya pemukiman baru, imbuhnya, namun masih banyak yang menggantungkan hidup sebagai petani, pedagang sektor jasa. Contohnya, kerajinan home industry, kaligrafi, pembudidayaan ikan lele dan jahe merah.

“Selain itu di desa Pagedangan juga terdapat tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang dikelola Bumdes dan merupakan satu satunya di Kabupaten Tangerang. Disamping itu ada sentra kuliner yang kini sedang dikembangkan pembangunannya,” terang sarjana hukum itu.

Lebih jauh disebutkannya, terkait dijadikannya Desa Pagedangan menjadi desa percontohan, telah membuat beberapa kabupaten di Indonesia telah melakukan kunjungan kerja ke Desa Pagedangan. Salah satu yang datang adalah Bupati Jembrana Bali I Putu Artha dan tim pada akhir April 2015.

Terkait inovasi Desa Pagedangan, birokrat Kabupaten Jembrana mengharapkan kunjungan tersebut bisa menjadi inspirasi daerahnya untuk mengadopsi kemajuan di desa Kabupaten Tangerang.

“Tentunya realitas ini bukan bukan sekedar percontohan. Karena pada 2012 BPPMD (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa) Provinsi Banten pada 2012 telah menobatkan Desa Pagedangan sebagai juara Program Terpadu P2WKSS (Peningkatan Pemberdayaan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera dan Tingkat Nasional tahun 2014,” jelas Asep Suherman.

Ukuran penilaian P2WKSS, kata Asep Suherman, dalam programnya perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat tapi juga jadi pengelolanya. Yaitu berhasil dalam pemberdayaan ekonomi perempuan, mempertahankan kesejahteraan keluarga, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply