Terimakasih Pak Jokowi! SMP Dirghantara Dapat Lab IPA Tanpa Diminta

Pembangunan Pondasi Lab IPA SMP Dirghantara

Pembangunan Pondasi Lab IPA SMP Dirghantara

TANGERANG|BL, SELASA (19/1/16)-Sebagai pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana (sapras)sekolah, SMP Dirghantara, Kecamatan Legok Kabupaten, Tangerang, Banten, merupakan sekolah yang tergolong terakhir mendapat bantuan pembangunan Laboratorium (Lab) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dananya berasal dari dari anggaran pemerintah pusat tahun 2015.

Namun, menurut Aden S Pd selaku Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek), mewakili Henny Heliyani, merasa bersyukur dengan adanya perhatian pemerintah Jokowi dalam pembangunan sapras sekolah tersebut. Penyebabnya, saat ini jika tanpa adanya bantuan pemerintah, sangat sulit sekolah swasta seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dirghantara membangun.

Alasannya, terkait sangat besarnya biaya yang harus dikeluarkan sekolah swasta dalam mengelola operasional pendidikan. Selain itu, merosotnya jumlah siswa karena harus bersaing dengan sekolah negeri menjadi penyebab pemerintah harus tetap memperhatikan eksistensi sekolah swasta agar bisa terus beroperasi.



“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih pada Pak Jokowi, karena mendapatkan pembangunan Lab IPA dengan tanpa pengajuan proposal apapun. Agar pembangunannya bisa maksimal, kami pun harus menyiapkan dana pendamping,” ucap Aden saat disambangi di lokasi pembangunan, Senin (18/1).

Wakepsek ini mengaku, karena SMP Dirghantara mendapatkan kucuran sejumlah dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) di akhir tahun 2015, maka Lab Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tersebut baru dikerjakan pada pertengahan Januari 2016. Diharapkannya, dengan selesainya Lab IPA nantinya, berarti kegiatan belajar mengajar (KBM) sebanyak 329 siswa dan 41 guru dengan ketersediaan 41 lokal, semakin memadai.

“Dengan adanya pembangunan Lab IPA, berarti kini yang kurang di sekolah ini cuma tinggal ruang kesenian, Lab Bahasa dan Lab TIK (Teknologi Informasi Komputer). Agar sekolah kami bisa melayani pendidikan masyarakat miskin, kami juga berharap bantuan-bantuan pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya, ” imbuh Aden.

Lebih jauh dikatakannya, sampai saat ini persoalan yang dihadapi SMP Dirghantara, yakni seluruh gurunya masih berstatus sebagai pegawai honor sekolah swasta. Disamping itu, pemilik lahan SMP Dirghantara yaitu Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) atau Departemen Perhubungan luasnya dan sangat terbatas.

“Kami mengalami kesulitan untuk mengembangkan pembangunan. Dan lagi, SMP Dirghantara satu lokasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Komplek API (Akademi Penerbangan Indonesia) dan SDN Dirgantara sehingga lahannya dipakai bersama-sama dan sangat sempit,” tandas Aden. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply