Santri MK Upacara Peringatan HSN 2019, Pimpinan Ponpes Jadi Inspektur Upacara



Santri MK Upacara Peringatan HSN 2019, Pimpinan Ponpes Jadi Inspektur Upacara

TANGERANG, Bantenlink.com — KH Hafis Gunawan selaku pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khaer, Curug, Kabupaten Tangerang, menjadi inspektur upacara yang diikuti 1300 santri pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang dilaksanakan di lapangan ponpes tersebut, Selasa (22/10/2019).

Dalam kesempatan itu inspektur upacara mengucapkan terima kasih kepada Ketua Ponpes MK. KH Armad Syarifudin, pendiri Ponpes MK KH Adung Samil Japen, para Kepala Madrasah, para Dewan guru mulai TK, MI, MTs dan Aliyah, panitia, ptugas, santriwan santriwati.

KH Hafis Gunawan menyebutkan, upacara bendera HSN baru pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya saat Abi (sebutan untuk dirinya) masih mondok mulai MI hingga kuliah belum pernah mwmperingati hari santri.

“Di jaman kalianlah santri sekarang ada Hari Santri Nasional yang diakui pemerintah,” ungkap KH Hafis Gunawan dalam sambutannya.

Disebutkannya, alasan kenapa baru hari santri baru muncul 2019, yakni awalnya sebelum Joko Widodo menjadi presiden di2014, sempat berjanji kalau menjadi akan diadakan HSN. Awalnya 1 Muharram, tapi NU mengajukan tanggal 22 Oktober dan diputuskanlah pada 22 Oktober 2015 sebagai HSN. Sekarang semua Ponpes merayakan Hari Santri.

“Dan sekarang pun kaum sarungan bisa bisa jadi wakil presiden. Selain HSN akan ada juga UU Pondok Pesantren. Oleh karena itulah jagalah hal ini. Jadi santru jangan ingin menjadi apa-apa, tapi santri bisa jadi apa saja. Seperti kiai Maruf Amin yang bisa menjadi wakil presiden,” sambungnya.

Terkait Resolusi Jihad NU menjadi tema HSN 2019, pimpinan Ponpes MK tersebut menerangkan, perang agama yaitu kalau sholat sudah dilarang, mesjid dilarang, pengajian, maka kita boleh berjihad. Maka kalu tidak tidak boleh disebut perang.

“Dari sejarah yang disembunyikan tentang santri. Baru berjalan dua bulan setelah merdeka, Belanda ingin menguasai kembali Indonesia. Sutomo melawan Nica mengajak KH Hasyim Ashari selaku pimpinan Ponpes Tebu Ireng untuk bersama-sama berjihad membela tanah air yang hukumnya sahid. Dari selama 20 hari berjihad itu maka timbullah Hari Pahlawan.

Pada kegiatan bertema 22 Oktober Resolusi Jihad NU tersebut juga ditandai dengan menyanyikan mars HSN dan Hubbul Wathon Minal Iman itu berlangsung sejak pagi hari. Baik Inspektur upacara, komandan upacara maupun peserta upacara mengenakan pakaian muslimah.

Upacara penaikan bendera di HSN ini sama dengan upacara seperti biasanya, namun menariknya nampak kaum laki-laki mengenakan atasan baju koko berkopiah hitam dan bawahan sarung batik. Sedangkan kaum perempuan mengenakan jilbab dan rok panjang.

Leave a Reply