Mandirikan Desa, Camat Legok Budidaya Ikan Air Tawar

Camat Legok Dadan Gandana

Camat Legok Dadan Gandana

TANGERANG| BL, Rabu (13/01) – Pemerintah Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, Banten, saat ini sedang membina 10 Desa untuk bisa memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berkembang. Maksudnya, agar desa-desa menjadi mandiri, dan tak semata-mata hanya mengharapkan bantuan pemerintah.

Salah satu yang sedang diarahkan dan siap menjadi desa mandiri adalah Desa Serdangwetan. Sejak awal Desember 2015 desa terletak di wilayah perkotaan dan masih memiliki lahan terbuka ini, telah mengajukan program ke Kementerian Desa, yakni pembuatan Pusat Budidaya Ikan Air Tawar Terpadu.

Menurut Camat Legok, Dadan Gandana, didampingi Sekretaris Camat (Sekcam), Arif Rahman, saat ditemui di kantornya membenarkan adanya tujuan pemerintah untuk mempercepat kemajuan desa. Desa Serdangwetan diharapkan menjadi pilot project yang akan diikuti 9 desa lainnya dengan program yang berbeda-beda sesuai kondisi wilayah.

“Tim perencana Pusat Budidaya Ikan Air Tawar Terpadu Desa Serdangwetan memang mengajukan anggaran ke Kementrian Desa sekitar Rp 3 Miliar. Kabarnya, Dirjen Bangdes, merealisasikan pada bulan Pebruari 2016 ini. Jika kegiatan pembangunannya selesai nanti, selain workshop peternakan ikan, juga sebagai tempat pertemuan penjual dan pembeli. Kira-kira seperti pasar burung di depan pasar Curug-lah, karena dibuat terpadu,” ungkap Dadan Gandana.

maket legok



Lebih jauh dikatakannya, dengan adanya Pusat Budidaya Ikan Air Tawar, akan ada banyak petani plasma atau masyarakat sekitar yang beraktifitas di atas lahan bengkok (tanah desa) seluas 4,3 hektar itu. Saat ini warga juga mendesak percepatan rencana itu dilaksanakan. Sudah ada maket bentuk sarana dan prasarananya yang dibuat secara konfrehensif. Soal manajerial dan teknik, lanjut Dadan, Bumdesnya sudah mantap.

“Kegiatan ini sebagai Pusat Budidaya Berbagai Ikan Air Tawar semacam lele, ikan mas, tawas dan gurame. Nanti dibuat kolam-kolam produksi, serta tempat penampungan dan pemasarannya. Sistemnya aquaponic dengan media terpal. Airnya pun jadi tidak kotor berguna untuk berbagai sayuran yang ditanam, yang dihubungkan media paralon. Cara lainnya, dengan sistem biofloc, yakni menumbuhkan mikroorganisma dan mengolah limbah menjadi makanan alami ikan. Berbeda dengan peternakan ikan konvensional, sistem ini menghasilkan ikan yang besar, sehat dan bergizi,” papar Dadan.

Lebih jauh Camat Legok itu menerangkan, pihak Pemerintah Desa Serdangwetan tak hanya menggagas pusat budi daya ikan air tawar, tapi juga membentuk koperasi petani sebagai penampung produksi dan mengadakan pemasarannya. Menariknya, karena membudidayakan juga ikan hias, akan dibangun pusat rekreasi dan edukasi yang nyaman dengan tempat parkir yang memadai.

Sekcam Legok

Sementara itu, Sekcam Legok, Arif Rahman, menyebutkan sejauh ini belum ada desa-desa lain yang melakukan perencanaan seperti ini. Namun selaku aparatur Kecamatan Legok, dirinya menaruh harapan besar terlaksananya dan eksisnya Pusat Budi Daya Ikan Air Tawar tersebut bisa terlaksana maksimal dan eksistensinya berkesinambungan.

“Pemrakarsa Pusat Budi Daya Ikan Air Tawar, adalah Anhari yang merupakan putra pribumi Desa Serdangwetan. Anhari, katanya, selama ini dikenal sebagai aktivis pemberdayaan masyarakat. Namun di balik itu, ketua Badan Keswadayaan Masyarakat dan Pendamping Keluarga Harapan itu, ternyata juga seorang petenak ikan yang namanya dikenal secara lokal maupun nasional,” jelas Arif Rahman.

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply