Diskusi JIP: Perda Mendesak! Pelayanan RSU Minim, Tangsel Rawan Endemik HIV/AID



Diskusi JIP: Perda Mendesak! Pelayanan RSU Minim, Tangsel Rawan Endemik HIV/AID

TANGERANG, Bantenlink.com — Sebanyak 414 ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS) yang menjadi pasien di RSU (Rumah Sakit Umum) Kota Tangsel dalam kondisi dilayani dengan alat-alat dan obat-obatan terbatas.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang diprakarsai Jaringan Indonesia Positip, Kamis yang diselenggarakan fi sebuah restoran di kawasan Ciputat, Kamis (19/9/2019). Hadir dalam. Kesempatan itu sejumlah aktivis, diantaranya Aliansi Masyarakat Kesehatan Kota Tangerang Selatan (AMSAT).

“Ya, sebanyak 414 ODHA yang menjadi pasien di RSU (Rumah Sakit Umum) Kota Tangsel dalam kondisi dilayani dengan alat-alat dan obat-obatan terbatas,” tegas Kori salah seorang aktivis AMSAT kepada sejumlah wartawan yang hadir dalam diskusi bertajuk “Mendorong Disahkannya Perda tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tangerang Selatan”.

“Misalnya, dengan tidak tersedianya Viraload yaitu untuk alat untuk pengecekan virus, membuat pasien tersebut harus dirujuk ke rumah sakit Dharmais Jakarta. Padahal untuk pasien seharusnya bisa dilayani di setiap Puskesmas,” imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua AMSAT, Cecep Supriyadi. Sikap mendesak percepatan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangsel yang sudah menjadi draft komorehensif tentang penanggulangan Human Immune Deficiency Virus dan Aquired Immuno Deficiency Syndrom (HIV dan AIDS) sudah dua tahun dilakukan.

“Dengan adanya Perda tersebut, diharapkan segala yang terkait penanggulangan HIV dan AIDS terkait HIV/AIDS seperti pencegahan, pelayanan, pengobatan hingga anggaran, akan ada payung hukumnya,” ujar Cecep Supriyadi.

Dia menyampaikan, para aktivis akan kembali meminta anggota DPRD yang baru dilantik agar segera mengesahkan Peraturan Daerah atau Perwal tentang penanggulangan HIV/AIDS. Alasannya, kalau tidak dilakukan penanggulangan bisa berdampak penyebaran infeksi atau endemik.

“Rawan infeksi yang berakibat endemik, tidak bisa diprediksi dan sangat membahayakan,” ungkapnya.

Lanjutnya, terkait tentang Perda tentang Penanggulangan HIV dan AIDS, yang sudah dibuatkan draft-nya, komperhensif di segala aspek, hanya tinggal eksekusi saja.

ED

Leave a Reply