Warga Antarkan Iwan Setyawan Mendaftar Jadi Calon Kades Peusar, Seusainya Dapat Santunan



Warga Antarkan Iwan Setyawan Mendaftar Jadi Calon Kades Peusar, Seusainya Dapat Santunan

TANGERANG, Bantenlink.com — H Iwan Setyawan SPd, mendaftarkan diri pada Panitia Pilkades pada 15 September 2019. untuk menjadi Kepala Desa (Kades) kedua kalinya di Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Kedatangannya mendaftar sebagai calon tidak sendiri, namun diantarkan ratusan warga.

“Menariknya, yang mengantarkan Pak Iwan Setyawan pergi ke kantor desa dan pulang kembali ke rumah bukan hanya warga berbagai elemen masyarakat, tapi juga diiringi para anak yatim, janda tua duafa, juga para guru ngaji. Sepulangnya, sehubungan memperingati hari besar 10 Muharram, diadakan syukuran sekaligus santunan dengan membagikan 175 karung beras berisi 5 kilogram beras dan sejumlah uang kepada anak yatim,” papar tokoh agama sekaligus Ketua Bazdes Peusar, KH Ahmad Zaini Dahlan.

Tampak hadir pada kegiatan itu, selain KH Ahmad Zaini Dahlan, Ketua MUI Ustad Syamsudin, berbagai elemen dan tokoh masyarakat seperti H Cacan Mad Yasin, para Amil, Ketua RT, Jaro, RW dan ibu-ibu TP PKK.

KH Ahmad Zaini kepada media ini mengatakan, sebagai calon Kades Iwan Setyawan paling pertama mendatangi ke kantor Panitia Pilkades Desa Peusar, setelah dibuka. Mendapat sambutan antusias masyarakat dengan mengantarkannya ke kantor desa. Kata tokoh agama di Peusar itu, besarnya animo warga mengantarkan Iwan Setyawan, karena selama ini dikenal sangat dekat dengan masyarakat.

Sementara itu, tokoh masyarakat Peusar, H Cacan Mad Yasin, menyebutkan, hingga hari Minggu (15/9/2019), baru Iwan Setyawan yang datang mendaftar ke Panitia Pilkades Desa Peusar. Mungkin, bakal ada nama-nama lain yang juga akan mendaftar, seperti Iwan Kurniawan, Tommi Sutomi, Mad Nur, Jaro Opah dan Dede.

“Pak Iwan Setyawan di Desa Peusar ini sangat dikenal kepeduliannya kepada para duafa, seperti janda tua, fakir miskin dan anak yatim. Bahkan sangat peduli dengan para kiai, ustadz-ustadzah dan guru ngaji. Ada sebanyak 435 janda, 175 anak yatim 98 kiai, ustadz-ustadzah dan guru ngaji yang secara rutin selalu disantuninya,” paparnya.

“Tapi meskipun ada sebanyak 6 orang yang disebut-sebut meramaikan Pilkades Desa Peusar, hanya Iwan Setyawan sajalah yang masih diinginkan warga masyarakat untuk pemimpin. Soalnya, pak Iwan sangat berpengalaman, sangat memahami kepemimpinan dan karakter masyarakat di Desa Peusar, memperhatikan serta secara rutin menyantuni janda miskin, anak yatim dan guru ngaji. Bukan hanya itu, untuk mengatasi soal insfrastruktur dan tenaga kerja telah banyak yang diperbuatnya, selama menjabat 5 tahun berturut-turut Desa Peusar selalu menjadi Juara Umum MTQ, jalan-jalan lingkungan yang sudah merata dibangun, pengangguran pun dimasukkan ke kawasan industri melalui desa, ” beber H Cacan Mad Yasin.

Terkait Pilkades Peusar, lanjutnya, akan memperebutkan sebanyak 7800 pemilik hak pilih dari 4 RW/Kejaroan dan 27 RT.

H Cacan Mad Yasin selaku pendukung calon Kades Iwan Setyawan mengajak seluruh warga Peusar untuk memilih pemimpin yang terbaik, menjaga persatuan-kesatuan, menjaga kebersamaan, jangan saling menghujat, jangan saling membenci, jagalah persatuan agar seluruh masyarakat Desa Peusar selalu merasakan aman-tenteram.

“Saya harapkan agar tidak terpancing hasutan yang menjadikan warga Desa Peusar terpecah-belah. Marilah berkompetisi dengan sehat, jujur dan adil. Bersaing atau kompetisilah dengan sehat. Sebab masyarakat Peusar hidup terbiasa di desa. Walau di-setting gaya hidup perkotaan pun tetap masih bergaya dan mempertahankan karakter pedesaan. Oleh karena itu, masyarakat jangan mau diadu domba, dan karena rata-rata sudah cerdas-cerdas tentunya akan memilih calon Kades terbaik,” ujarnya.

Sedangkan calon Kades Iwan Setyawan sendiri, menyatakan dirinya merasa sangat bersyukur atas kepercayaan masyarakat yang di berikan kepadanya selama 6 tahun. Dia pun mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat sehingga selama 5 tahun berturut-turut karena desa Peusar yang dipimpinnya mendapatkan selalu meraih Juara Umum MTQ di tingkat Kecamatan Panongan. Kemudian santunan-santunan untuk yatim, janda, duafa dan penghargaan kepada guru ngaji selalu diberikannya. Meratanya pembangunan dan adanya lapangan kerja selalu dirasakan masyarakat Desa Peusar selama dalam kepemimpinannya.

“Sekarang, sejak 2019 Desa Peusar pun sudah menjadi desa maju. Pengangguran kami masukkan kerja melalui desa ke kawasan Milenium. Kita berharap, dari desa maju akan bisa mencapai desa mandiri. Kalau di wilayah lain masih ada yang masih berkategori tertinggal, berkembang, kita sudah tergolong desa maju yang mudah-mudahan dapat ditingkatkan menjadi desa mandiri.

“Untuk menjadikan Desa Peusar menjadi desa mandiri caranya, kedepan kegiatan Bumdes akan semakin ditingkatkan dan diperbanyak untuk menambah PAD (Pendapatan Asli Desa). Jadi, kalau nanti sudah menjadi desa mandiri, sudah tidak memerlukan bantuan lagi. Seperti Desa Ponggok di Jatim yang mana dari air saja pendapatan asli desanya sangat tinggi. Begitu juga Desa Tajur di Bali yang sudah menjadi Desa Mandiri. Kita akan arahkan juga Desa Peusar untuk menjadi desa mandiri. Tentunya, Desa Peusar harus dikelola dengan manajemen yang baik. Ini baru akan dicapai kalau kepala desanya berpengalaman dan memiliki SDM yang bagus,” tandas Iwan Setyawan yang sejak 2013-2019 sudah memimpin Desa Peusar.

Ed

Leave a Reply