2 Minggu Operasi Kalimaya Banten 19 Ribu Pengendara Langgar Aturan Lalu Lintas



SERANG, Bantenlink.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Banten merilis selama dua minggu menggelar Operasi Patuh Kalimaya 2019, ditemukan lebih banyak pelanggaran daripada operasi serupa di tahun 2018, yakni ada sebanyak 19 ribu lebih pengendara bermotor yang melakukan pelanggaran berlalu lintas (berlalin).

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten, Kombes Pol Wibowo, mengemukakan, di tahun 2019 pelanggaran berlalin tersebut mengalami kenaikan sekitar 58 persen dari operasi yang sama di tahun 2018, yang pelanggarannya hanya sekitar 12 ribu kasus. Namun diharapkannya dengan berakhirnya operasi lalu lintas kali ini, kecelakaan lalu lintas bisa terus menurun. Karena tegasnya tindakan langsung (tilang) akan mengedukasi masyarakat agar semakin patuh dalam berlalu lintas.

“Pada Operasi Patuh Kalimaya 2019 yang digelar sejak 29 Agustus hingga 11 September 2019 lalu, sebanyak 19.471 pengendara terjaring razia. Untuk tahun ini pelanggaran dalam berlalin mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ungkap Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo didampingi Wadirlantas AKBP Maesa Soegriwo di Mapolda Banten, Kamis (12/9/2019).

Secara lebih rinci disebutnya, dari jumlah pelanggaran tersebut Ditlantas Polda Banten menindak sebanyak 2.164 kasus, di Polres Serang 2.078, di Polres Pandeglang 1.472, di Polres Lebak 3.078, di Polres Cilegon 2.630, Polres Tangerang 4.978 dan Polres Serang Kota sebanyak 2.441 kasus.

“Pelanggaran berlalin didominasi pengguna kendaraan roda dua, dengan rincian yang tidak menggunakan helm berstandar SNI sebanyak 6.486 kasus, melawan arus 3.777, menggunakan handphone saat berkendara 37, berkendara melewati kecepatan 51, pengendara dibawah umur 3.458 dan pelanggar lainnya sebanyak 16.649 kasus,” beber Kombes Pol Wibowo.

Sementara, untuk pelanggaran yang dilakukan pengguna roda empat didominasi yang tidak menggunakan safety belt yakni sebanyak 1.695 kasus, melawan arus 301, melebihi batas kecepatan 4, pengendara anak dibawah umur 189 dan lainnya sebanyak 599 kasus.

“Karenanya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. Dengan dilaksanakan Operasi Patuh Kalimaya 2019 ini sendiri setidaknya dapat menekan angka laka lantas (kecelakaan berlalu lintas di wilayah hukum Polda Banten,” sambung Dirlantas Kapolda Banten.

Lebih jauh katanya, penindakan petugas kepolisian mencatat sebanyak 25 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal 6 orang yang di wilayah hukum Polda Banten.

“Terkait kasus kecelakaan di 2019 ada sebanyak 25 kasus, mengalami penurunan dari tahun 2018 yang berjumlah 31 kasus,” tandas Dirlantas Polda Banten.

Leave a Reply