Berdakwah dan Usaha, Yayasan At-Thoriq Citra Kewirausahaan Sosial

YAT

Tangerang, BantenLink, Jumat (08/01/2016)-Konsisten melakukan pemberdayaan umat, itulah yang dilakukan sosok muda bernama Mahpudin S Pd I. Ustadz merupakan alumni UIN Jakarta tahun 2003 ini, layak mendapat gelar citra wirausahaan sosial. Sejak mendirikan Yayasan Kharisma Rizqi At-Thoriq (Yayasan Yatim Dhuafa At-Toriq) tahun 1999 terus berkiprah bagi masyarakat sekitar kediamannya di Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Saya fokus menggeluti bidang Pendidikan, Dakwah, Sosial dan Usaha sebagai wakaf investasi hidupnya dengan pengabdian membina dan memberdayakan umat dan memajukan ekonomi muslim dengan motto kerjasama untuk maju bersama,” tuturnya saat disambangi BantenLink.

thoriq

Dalam bincang-bincang rileks di Pesantren At-Thoriq, relawan aktif mengungkapkan kekuatan sumbangan, zakat, infaq dan shodaqoh dalam membangun mental dalam membangun mental dan memberdayakan masyarakat. Tapi dalam membina jamaah, santri, anak-anak yatim harus dilakukan dengan keikhlasan, kesabaran dan disiplin untuk meraih kemajuan dan kemandirian bersama.

“Perlu kerjasama berlomba-lomba dalam kebajikan dan membangun umat. Berkiprah semacam ini perlu kesamaan persepsi, konsisten karena dalam membina dan memberdayakan umat. Sebab ketika kita mengelola, banyak yang tidak memahami, tapi yakinlah lambat laun bakal memahami pengabdian kita. Prinsipnya, selalu berbuat untuk membentuk insan agar berpengetahuan luas, mandiri dan berakhlakul karimah,”ucap Mahpudin.

YAT1

Dalam bidang Dakwah, setiap Jumat malam awalnya sosok relawan ini rutin melakukan Pengajian dan Pembinaan Iman dan Taqwa jamaah. Dia pun tak mengenal lelah mendidik anak-anak PAUD dan membangun Madrasah Ibtidaiyah atau SDIT At-Thoriq. Saat ini dalam mengembangkan visi mulianya Mahpudin telah dalam membangun pondok pesantren (Ponpes) dan Panti Asuhan Yatim Piatu di atas lahan milik orang tuanya.

“Di bidang Sosial kami membuka baitul mal At-Thoriq, dari dana yang terkumpul, setiap bulan rutin memberikan beasiswa kepada puluhan yatim-piatu dan dhuafa. Kami juga menyalurkan bantuan para mitra, misalnya, pada tahun 2015 Yayasan Al Azhar Peduli Ummat (APU) bersinergi dan mempercayakan pengelolaan qurban 10 ekor kambing,” imbuhnya.



ust2

Lebih jauh kata Ustadz Mahpudin, untuk Bidang Usaha dirinya melakukan pembinaan rutin Kelompok Usaha Syariah bernama KSM Rizqi Gemilang Serpong. Hasilnya, KSM Rizqi Gemilang Serpong telah mendapat kepercayaan mengelola dana bertotal Rp100 Juta dari Yayasan Al Azhar untuk menyalurkan pinjaman ke jemaah pengajian sebagai tambahan modal dalam mengembangkan usaha.

“Nilainya pinjaman masing-masing Rp1 juta per jamaah. Pengembalikan dengan sistem pembayaran Rp 25 ribu per minggu selama 10 bulan. Meskipun ada beberapa jemaah yang lari dari tanggung jawab, hasilnya telah memberikan dasar-dasar pada jamaah untuk berwirausaha. Dan kami selaku pengelola yayasan selalu membuat laporan pertanggungjawaban pada pengucur dana,” jelas ustadz.

ust3

Untuk kegiatan usaha, Yayasan Kharisma Rizqi At-Thoriq, menggiatkan program aquaponik, yaitu membudidayakan letong atau lele dalam gentong yang di-simbiosismutulisme-kan dengan aneka sayuran dengan media paralon yang telah dirancang tertentu. Para ustadz dan santri menanam sayur kangkung organik, selada organik yang subur dan mengomsumsinya.

Sebelumnya membentuk bidang usaha Yayasan At-Thoriq telah membuat terobosan yang bisa meningkatkan kesejahteraan hidup warga. Seperti mengelola produksi dan warung bakso. Sampai jamaah pengajian yang tidak memiliki pekerjaan disalurkan bekerja di Warung Gaul Alfamidi Pasar Serpong.

awarunggaul

Di Warung Gaul disediakan aneka ragam bakso seperti berkah akbar, isi urat, isi telor, isi udang, isi keju dan spesial banyak tetelan dan bumbu. Keunggulannya, bakso warung diberi tambahan sayur organik yang menyehatkan. Kata Mahpudin, dijamin bikin pembeli kenyang karena makan sepuasnya hanya dengan merogoh kocek Rp 13 ribu.

“Para ustad dan santri kami mengembangkan Warung Gaul. Pembeli diharapkan belanja dan berinfak-sedekah untuk menyantuni para yatim piatu dhuafa. Dengan jajan murah, laba akhirat pun didapat. Berbelanja di jalan Allah tidak akan sia-sia, karena digunakan untuk kegiatan berdakwah, memberdayakan ekonomi ratusan keluarga muslim, membangun masjid dan pesantren wirausaha,” pungkas Mahpudin. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply