Agar Prestasi Eksis SDN Medang Perlu Dukungan

DSCN8675

Tangerang | BantenLink, Rabu (06/01/2016) – Sungguh sulit menjadikan ekstrakurikuler (ekskul) di Sekolah Dasar (SD) Negeri eksis meraih prestasi maksimal jika tidak didukung partisipasi orangtua murid. Soalnya, meskipun Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang didapatkan dari pemerintah bisa membayarnya, namun tak cukup untuk kegiatan ekskul favorit.

Hal itu dikemukakan Haji Nabhani selaku kepala SD Negeri Medang Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang Banten. Ia mencontohkan, di sekolah yang dipimpinnya, menginginkan eksistensi kegiatan drumband dan outing class. Agar tetap raih prestasi sekolah favorit itu memerlukan dukungan dari orang tua atau Komite sekolah. Tapi jika tidak, mengaku terpaksa pasrah dengan kegiatan sedanya.



“Untuk biaya ekstrakurikuler di SD Negeri memang dibiayai dari BOS, tapi hanya bisa untuk membiayai pelajaran seadanya. Padahal kan sarana prasarana dan tenaga pengajar harus diadakan. Misalnya, jika belajar berenang karena tak ada sarananya harus ke kolam renang swasta,” curhat Nabhani pada Banten Link saat disambangi di kantornya.

Lebih jauh dikatakannya, dengan adanya BOS pun sekolah tak mampu membiayai instruktur profesional yang harus dibayar mahal. Dicontohkannya, untuk ekskul drumband, terpaksa harus mencari instruktur dari luar sekolah dengan biaya per datang Rp 400.000,-

“Padahal kegiatannya harus diadakan dalam sekali seminggu. Meskipun dana dapat diambil dari BOS, untuk ekskul rumband tetap saja tak mencukupi. Belum lagi outing class ke musium harus diadakan setiap akhir semester. Dengan adanya komite sekolah partisipasi orangtua baru bisa dilaksanakan,” ungkap Nabhani.

Jadinya, selama ini yang berprestasi hanyalah sekolah swasta yang juga mendapatkan dana BOS.Pasalnya, leluasa menarik dana dari orang tua siswa. Banyaknya aturan di sekolah negeri , katanya, berefek rendahnya prestasi siswa karena sekolah kurang tak bisa mengeksplorasi potensi siswa.

“Bisa saja kita mengelola sekolah dengan biaya seadanya. Adanya dukungan komite sekolah membuat sekolah lebih baik. Kalau tidak, yang sayang kan anak didik, potensinya menjadi sulit berkembang. Sedangkan kalau sekolah tidak bermutu yang akan disalahkan adalah guru,”pungkasnya. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply