Bupati Tangerang Diminta Prakarsai Akses Desa Tertinggal Ciangir

DSCN8851

TANGERANG|BantenLink, Senin (04/01/2016)-Kepala Desa (Kades) Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Suherdi, sangat mengapresasi program Bupati A Zaki Iskandar. Diantaranya meningkatkan pembangunan dan infrastruktur yang berada di wilayah perbatasan.

Menurutnya, sebagai warga sudah seharusnya mengacungkan jempol atas kinerja Bupati Tangerang yang memprioritaskan desa pelosok, agar tidak tertinggal dari wilayah lainnya. Contohnya, pembangunan jalan Desa Sukamanah di Kecamatan Jambe berbatasan dengan Kabupaten Bogor, yang kini semakin baik.

Dengan segala kerendahan hati, ucap Kades yang akrab dipanggil Ocan ini, melalui media meminta Bupati Tangerang sudi memprakarsai pembangunan jalan dan jembatan Jawiyah, membatasi dua wilayah, yakni Desa Ciangir Kecamatan Legok,Kabupaten Tangerang, Banten dan Desa Jagabita, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Harapannya agar lebih layak untuk dilalui kendaraan bermotor.



“Jika terlaksana, percepatan pembangunan yang dilakukan Pak Zaki di desa terpencil seperti ini bisa menjadi contoh untuk pemimpin daerah lain. Alasannya, sudah tidak saatnya lagi ada daerah tertinggal, apalagi wilayah yang berdekatan dengan Ibukota Jakarta. Semua warga tentu ingin menikmati kemajuan pembangunan, semacam lancarnya transportasi, ” ucap Suherdi saat disambangi di kediamannya.

Selaku Kades pengagum A Zaki Iskandar, Suherdi yang pernah menolak desanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Jakarta ini menginginkan kemajuan di desa Ciangir yang dipimpinnya. Apalagi, diakuinya, perhatian Bupati Tangerang luar biasa, karena belum lama ini sengaja menyambangi wilayah pelosok tersebut untuk mendapatkan informasi akurat.

“Saat Pak Zaki berkunjung ke Ciangir, saya sampaikan berbagai kebutuhan yang mendesak dari warga kami yang berada di perbatasan Kabupaten Tangerang, Banten, dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sudah lama kami merindukan pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi jalan pintas menuju pusat pemerintahan,” jelasnya.

Lebih jauh kata Suherdi, untuk perbatasan jalan Desa Ciangir-Tangerang dan jalan ke Desa Jagabita- Bogor, tak bisa ditampik perlu adanya kerja sama antar dua Kabupaten atau dua Provinsi. Sang Kades meyakini, kedua daerah pasti saling membutuhkan karena menguntungkan jika jalan penghubung daerah dalam kondisi baik.

“Sebagai gambaran, untuk menuju Puspem Tigarakasa dari Desa Ciangir kami memang lebih dekat lewat Bogor dibandingkan via jalan jalur lingkar selatan yang juga sering macet. Sayangnya jalan melalui Jagabita sampai kini tidak layak. Harapan kami, Pak Zaki mengapresiasi permintaan kami di daerah tertinggal dengan memprakarsai pembangunan akses jalan dan jembatan Ciangir-Jagabita. Kami sadari, tentunya untuk realisasinya harus ada kerjasama antar pemerintahan daerah,” tandas Suherdi. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply