Disayangkan, BSD City “Tutup” Akses Mesjid Puspipptek



FT AKSES MASJID

TANGERANG|BantenLink (02/01/2016)-Masih ingat dengan ICE (International Convention Exchibition) yang berada di BSD City Tangerang, Banten? Baru-baru ini gedung pertemuan berskala internasional berada dekat Jakarta ini menjadi pembicaraan kembali. Bukan karena didatangi Presiden Jokowi yang membuka pameran mobil lagi atau berlangsung Festival Film Indonesia. Tapi karena pengembang properti tersebut tiba-tiba membuat galian untuk mengisolasi wilayahnya dengan Perumahan Bumi Puspiptek Asri (BPA).

Kejadian yang tak diduga ini membuat ratusan pekerja di gedung ICE kaget bukan main. Salah satunya mengaku bernama Asep. Karyawan yang menutup jati dirinya ini, mengaku dengan digalinya lahan di sisi pagar BSD City membuat dirinya dan pekerja muslim lainnya kesulitan untuk beribadah ke Masjid Al Ikhlas yang berada di komplek BPA. Katanya, selama ini dirinya merasa bersyukur dengan adanya rumah ibadah di perumahan BTN itu, karena telah memudahkan dirinya dan rekan-rekannya untuk sholat sewaktu istirahat.

“Selama ini kami para pekerja kalau sedang beristirahat siang memang selalu sholat ke mesjid Al Ikhlas Perumahan Puspipptek. Tapi kenapa ya BSD City menutup akses jalan ke mesjid ini dengan menggalinya,” ungkapnya seusai shalat Zhuhur.

Ditambahkannya, penggalian lahan pengisolasi lingkungan itu terjadi pada Senin 30 November 2015. Menurutnya, selama ini kalau mau sholat terutama Zuhur atau Jumat, para karyawan mendatangi Perumahan Puspipptek Sektor 5, karena satu-satunya lokasi mesjid terdekat gedung ICE, bisa melalui pagar yang dibobol.

“Kalau BSD menyediakan mesjid karena banyak warga dan karyawan yang beragama Islam, tentunya akan memilih shalat di tempat terdekat. Tapi nyatanya, kalau kami mau shalat berjamaah mau tak mau harus cari mesjid dulu,” ungkapnya yang kemudian menceritakan saat Presiden Jokowi berkunjung ke ICE waktu lalu, puluhan Paspampres juga sholat Zuhur di mesjid berkapasitas 300 orang itu.

Keluh kesah pekerja tentang ditutupnya jalan untuk shalat di mesjid kompplek Puspipptek ini sampai juga ke telinga para warga RW 05 Bumi Puspipptek Asri. Pada Rabu 2 Desember 2015, beberapa warga setempat mengadakan rapat untuk mencarikan solusinya. Namun meskipun prihatin pada pekerja yang merasakan kesulitan untuk beribadah, namun seorang warga Puspipptek bernama Fidel merasa enggan berkomentar banyak. Alasannya, lahan yang digali adalah milik BSD yang dikomersilkan.

“Tapi kalau diminta sekedar berpendapat, ya sebagai bentuk kepedulian, saya berharap BSD City sebagai pengembang mau memberikan akses jalan menuju Mesjid Al Ikhlas, walaupun hanya sekedar jalan setapak. Kalau mesjid kan milik semua orang muslim, siapa saja boleh masuk kedalamnya beribadah shalat. Artinya, kalau pekerja BSD shalat di sini karena ada akses jalan, kami tentu senang hati melihat sesama muslim ikut memakmurkan masjid,” tanggap Fidel.

Sementara itu, saat hal ini disampaikan pada Camat Pagedangan, Asep Suherman, sehari menjelang acara Hari Ulang Tahun Kabupaten Tangerang pada 26 Desember 2015 di ICE, mengatakan akan mencek dulu usulan warga. Alasannya, perlu mengetahui secara jelas duduk persoalannya.

“Selaku pemerintah kecamatan, tentunya perlu menimbang segi keamanan untuk BSD City dan Perumahan BPA jika akses tersebut dibuka, sebelum menyampaikan usulan ini pada pemilik lahan,” ucapnya.

Sedangkan saat ditanyakan pada salah seorang mewakili Bagian Pertanahan BSD City bernama Roni di kantornya belum lama ini, mengatakan menampung usulan warga. Ia menyebutkan proyek masih berjalan di lahan BSD City.

“Saya akan menyampaikan usulan permintaan akses ke masjid ini pada pimpinan BSD City,” janji Roni. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply