Mahasiswa Ini Dampingi PKK Desa Mengolah dan Memasarkan Produk Susu



Mahasiswa UNM Sukses Dampingi PKK Desa Kemiri dalam Pengolahan dan Pemasaran Susu

MALANG, Bantenlink.com — Tim asal Universitas Negeri Malang, Krudoper, berhasil menggagas program P3 (Pendampingan, Produksi dan Pemasaran) untuk pengolahan susu menuju kemandirian produsen yang diterapkan di kelompok PKK Desa Kemiri, Malang.

Kegiatan tersebut merupakan ide yang diusung oleh lima mahasiswa yang tergabung dari tiga fakultas yang berbeda.

Nur Indah Agustina selaku ketua tim dari Fakultas MIPA berkolaborasi dengan tim yang solid, seperti Wayan Aunur Rofiq dari Pendidikan Teknik Mesin, Arfia Regita Dyan Pradana dari Fakultas Ekonomi, Siti Khoirunnisa dari Kimia, dan Rifqon Hakiki dari Pendidikan Kimia.

“Target sasaran dari prorgram P3 yakni Kelompok PKK Desa Kemiri, Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi dari keluhan ketua PKK Desa Kemiri terkait keaktifan anggota,” ujar Nur Indah.

Tumiasih selaku TP PKK Desa Kemiri mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut baik kelima Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menerapkan program P3 di Desa Kemiri untuk PKK.

“Selama kegiatan P3 dilakukan di rumah saya,” kata Tumiasih di akhir pelatihan.

Kades Kemiri, Wiyono, dalam sambutannya mengatakan, program P3 yang diusung Mahasiswa UM sangat bagus, bisa membuat PKK yang sebelumnya kurang produktif menjadi produktif dengan mengolah susu kualitas rendah.

“Namun, alat yang menjadi kendala dikarenakan harga akan saya bantu dengan membelikaannya melalui anggran dana desa untuk PKK,” terangnya.

Pelatihan Pengolahan Produk Susu

Ketua Tim MIPA, Nur Indah melanjutkan, Program P3 yang diusung oleh Krudoper meliputi pelatihan pembuatan produk krupuk susu, dodol susu, dan permen susu berbahan dasar susu kualitas rendah dengan rasa khas Desa Kemiri berupa rasa kolak pisang dan wedang bajigur untuk permen dan dodol susu, serta rasa geprek dan pecel untuk krupuk susu.

“Pelatihan pembukuan keuangan secara manual dan bantuan dengan microsoft excel juga dilakukan, pelatihan pengemasan produk yang menarik, serta pemasaran produk baik secara online maupun offline. Selain itu juga ada pendampingan perizinan PIRT dan uji expired agar produk SUKMIR (brand produk) bisa dipasarkan secara luas dan legal,” paparnya.

Lebih jauh disebutkannya, rangkaian pendampingan, produksi, dan pemasaran dilakukan di rumah ketua PKK Desa Kemiri. Pada Sabtu, 10 Agustus 2019, Tim Krudoper kembali berkoordinasi dengan Tumiasih selaku ketua PKK terkait pengurusan PIRT sebagai keberlanjutan program dengan pelegalan produk karena sejak Senin 15 Juli 2019, PKK Desa Kemiri telah membuat produk secara mandiri pasca dilakukan program P3.

“PKK Desa Kemiri telah mampu memasarkan produk dengan dititipkan ke sekolah-sekolah dan toko di wilayah Desa Kemiri. Kader P3 juga mampu melatih PKK di Desa Bendrong dalam acara KKN yang diselenggarakan UIN Malang,” imbuh Nur Indah.

Terkait harapan program P3 terus berlanjut,tambahnya, hingga produk SUKMIR (Brand produk PKK Desa Kemiri yang dibuat oleh Krudoper Tim).

“Selain itu diharapkan PKK Desa Kemiri memiliki izin usaha secara mandiri dan mampu menciptakan destinasi wisata oleh-oleh khas Desa Kemiri karena Desa Kemiri menjadi salah satu alternatif jalan menuju wisata Gunung Bromo,” tandas mahasiswa MIPA ini.

NUR INDAH

Tags:

Leave a Reply