Melongok Anak Pencari Suaka di SDN Pondokjengkol, Fasih Berbahasa Indonesia



Anak-anak pencari suaka dari negara Aghfanistan yang tinggal sementara di Indonesia bersekolah di SDN Pondok Jengkol, Kabupaten Tangerang tampak sedang bercanda bersama temannya saat jam istirahat belajar. Foto diambil pada Selasa (30/7/2019)

TANGERANG, BantenLink.Com — SDN Pondok Jengkol di Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menjadi tempat sekolah anak-anak pengungsi Aghfanistan yang tinggal di permukiman Dormitory, Gading Serpong.

Menurut salah seorang guru, ada sebanyak 22 pengungsi dari negara asing diantaranya Agfhanistan yang menunggu diterima di negara lain seperti New Zealand. Badan kemanusiaan dunia menangani secara rutin memberikan biaya hidup melalui perantara semacam NGO.

Meskipun salah seorang guru mengakui agak kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar karena untuk komunikasi bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, namun Di SDN Pondok Jengkol anak-anak pengungsi yang berbaur dengan putra-putri pribumi.

Tapi lantaran di sekolah tidak ada guru bahasa asing, native speaker dan penerjemah mereka mau tak mau harus mengikuti dan menggunakan bahasa Indonesia, dan syukurnya dengan cepat fasih berbahasa Indonesia.

Wartawan BantenLink.Com menemui anak-anak pengungsi, tiga orang diantaranya bernama masing-masing Bismillah, Ali dan Arif yang berasal dari negara Aghfanistan. Saat ditemui, sebagaimana anak-anak lainnya tampak ceria bermain saat jam istirahat.

Kegiatan anak berbelanja makanan saat istirahat sekolah di SDN Pondok Jengkol


Salah seorang guru menyebutkan, anak-anak tersebut pada jam istirahat pelajaran akan ditemui orang tuanya untuk memberikan makanan untuk anak-anak mereka, karena keterbatasan dana jarang yang jajan.

Tidak ada kecanggungan saat ditanya apa kabar dengan keadaan anak-anak pengungsi tersebut dan tak canggung menyebut nama, asal mereka, tinggal dimana dan sudah berapa lama tinggal. Juga mengucapkan terima kasih saat dipesankan agar rajin belajar.

Salah seorang anak pengungsi menyebutkan, dirinya berasal Aghfanistan, sudah 4,5 tahun berada di Indonesia dan mengaku senang tinggal di negara yang menampung mereka sementara. Sampai kapan akan terus menjadi anak-anak pengungsi kembali kepada negara yang akan menerima.

EDY TANJUNG

Bismillah, Ali dan Arif,
3 dari 22 anak pengungsi asal Aghfanistan dan negara lainnya yang bersekolah di SDN Pondok Jengkol

Leave a Reply