Swasta Apa Pemda Dulu Bangun Infrastruktur Desa Tertinggal?

ultahkab



Oleh: Redaksi
Harapan besar masyarakat desa masih digantungkan pada Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar. Pesatnya pembangunan daerah berdekatan Jakarta ini memang telah merubah wajah pedesaan, menjadi perkotaan metropolis. Namun, pembangunan tidak harus selalu harus ditangani Pemerintah Daerah (Pemda). Katakanlah, seperti desa Pagedangan, dominan dibangun oleh pihak swasta BSD City, atau Desa Curugsangereng di Kecamatan Kelapadua yang dikembangkan Gading Serpong.
Tapi tidak demikian kemajuan yang dicapai desa lainnya, seperti Ciangir dan Bojongkamal. Belum tahu siapa yang akan lebih banyak membangunnya kelak, apakah pihak Pemda atau swasta. Harus diakui, kedua desa di selatan ibukota Kabupaten Tigaraksa hingga kini masih terbilang terisolir dan lamban dalam pembangunannya. Namun karena dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) lebih dominan sebagai wilayah perumahan atau permukiman, bisa jadi pembangunannya lebih dulu dijamah pengembang swasta.
Tampaknya yang dimulai Pemda pembangunannya adalah Desa Taban dan Sukamanah. tempatnya tak jauh dari Tigaraksa, dan keduanya berada di perbatasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat ini desa-desa tersebut mulai mengalami kemajuan dengan mulai dibangunnya insfrastruktur jalan beton. Barangkali sebagai etalase yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang di perbatasan daerah. Informasinya Desa Sukamanah pun bakal dibuat sebagai penyambung wilayah dengan membangun jembatan permanen yang berhubungan dengan desa Jagabita di Parungpanjang Bogor, dan tembus kembali ke Kabupaten Tangerang di Desa Ciangir Legok.
Dengan Desa Taban sendiri terakhir ini telah mulai dibangun swasta yang mengembangkan pemakaman mewah. Ini bisa sebagai sumber pendapat Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja warga setempat karena bakal banyak dikunjungi warga kecamatan dan kota lain. Akan halnya desa Sukamanah akan juga menjadi tempat perumahan. Cepat atau lambatnya perkembangan, tergantung siapa yang lebih dulu memulai, apakah pada pihak pemerintah atau swasta. Tentunya hal ini diperburuk oleh istem Pilkada kepala daerah dan legislatif dan suksesi yang tidak dapat dipungkiri dapat mempengaruhi Rencana Pembangunan jangka menegah daerah (RPJMD).
Sedangkan Desa Ciangir dan Bojongkamal Kecamatan Legok di Kabupaten Tangerang, kini juga mengharapkan mendapat percepatan pembangunan dalam bidang insfrasturktur, karena berbatasan langsung dengan dengan desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kedua daerah itu pembangunannya relatif tertinggal dari tetangganya Desa Cirarab yang lebih cenderung menjadi desa industri yang dikembangkan swasta.
Rencana Pembangunan Desa Ciangir sendiri berhadapan dengan sangat luasnya lahan yang dimiliki pemerintah daerah lain dan swasta. Sebut saja lahan yang dimilki pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta hingga saat ini sekitar 105 hektar belum dimanfaatkan. Sebelumnya DKI telah pernah merencanakan Desa Ciangir sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Setelah ditolak warga, pernah pula disebut-sebut akan dijadikan sebagai tempat lembaga pemasyarakatan. Tapi warga tetap berharap agar dijadikan sebagai sebagai tempat perumahan saja.
Di sisi lain Desa Ciangir yang berbatasan dengan desa Jagabita di Jawa Barat belum dilakukan percepatan pembangunan maksimal baik oleh pemerintah Kabupaten Tangerang maupun swasta. Padahal desa ini menjadi etalase kabupaten Tangerang. Insprastruktur jalan dan jembatan belum terjamah hingga ke pelosok sebagaimana desa desa lainnya. Jembatan penghubung dua provinsi juga relatif hanya bisa dilalui kendaraan bermotor roda dua. Ironisnya, walau ada jembatan beton tapilebih banyak yang terbuat dari bambu, sehingga jika warga ingin nyaman ke Parungpanjang Bogor mau tak mau harus melewati jalan Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Percepatan sangat diprioritaskan, mengingat Parungpanjang di Kabupaten Bogor Jawa Barat memiliki moda transportasi kereta api double track sejak dulu kala. Ini sangat membantu para pekerja dan pedagang yang berasal dari Desa Bojongkamal yang beraktivitas di Jakarta.Pembangunan insfrastruktur di wilayah perbatasan perlu dilakukan Pemkab Tangerang dan tak perlu harus menunggu tangan dingin pihak swasta. Setidaknya, dengan adanya dilakukannya pembebasan lahan dan pembangunan wilayah perbatasan bisa sebagai langkah awal menjadi ranah kewajiban pemerintah provinsi dan nasional.
*Tulisan ini sebagai Repleksi HUT ke-72 Kabupaten Tangerang. Tak bermaksud mengurangi reward atas pencapaian/progres yang telah didapat di desa lainnya. Mohon maaf atas segala kekurangan informasi.

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply