Supremasi Hukum, Desa Kadu Adakan Kadarkum

ft Kadarkum

TANGERANG-Dalam rangka menciptakan kenyamanan dan penegakan supremasi hukum, Pemerintahan Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2015), mengadakan sosialisasi kesadaran hukum pada sedikitnya 100-an warga.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) dari pagi hingga siang hari itu dihadiri unsur aparatur, diantaranya Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna serta ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW )se-Desa Kadu.

Pada penyuluhan Kegiatan Masyarakat Desa Sadar Hukum (Kadarkum) yang diprakarsai Kepala Desa (Kades) Kadu, HM Atan, tersebut menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Curug, Kompol Hadi Wiyono,   dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 07 Curug Kapten Infantri Tarsan sebagai pemateri . Beberapa anggota masyarakat aktif menyampaikan informasi dan bertanya pada narasumber.

Menurut HM Atan selaku Kades Kadu, sosialisasi Kadarkum merupakan bagian pelaksanaan pembangunan nonfisik dari realisasi anggaran dana desa yang diterima. Sebelumnya, telah dilaksanakan penyuluhan bidang ketenteraman dan ketertiban (Trantib) oleh Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.



Dalam kesempatan itu dibahas Undang Undang (UU) Nomor (No) 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, UU No 16 Tahun 2011 tentang Tentang Bantuan Hukum dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan.

“Kegiatan Kadarkum di Desa Kadu dimaksudkan untuk menciptakan kenyamanan dan penegakan supremasi hukum, terutama dalam mewujudkan visi Kabupaten Tangerang yang Gemilang , Cerdas dan Berwawasan Lingkungan,” ungkap Atan pada BantenLink.com.

Kapolsek Legok selaku salah seorang pemateri mengatakan, sebagai anggota masyarakat kesadaran hukum dimulai dari diri sendiri.   Sedangkan masyarakat yang kritis juga diperlukan, tapi yang bertanggung jawab atau konsekwen. Untuk itu selaku salah seorang penegak hukum dirinya menghimbau anggota masyarakat memahami objek hukum sehingga tidak ada lagi pelanggaran hukum.

“Taat hukum diharuskan agar tidak merusak negara. Bahkan kalau ada pelanggaran hukum oleh oknum polisi di institusi kami, silahkan masyarakat melaporkannya, saya pasti menanggapi dan melindungi pelapor. Yang penting ada saksi dan bukti pelanggarannya,” tegas Kapolsek Curug Kompol Hadi Wiyono.

Sementara Tarsan selaku Danramil 07 Curug mengatakan, meskipun TNI bukan penegak hukum, namun kompak dan bekerjasama dengan Polisi selaku penegak hukum. Dalam pandangannya, melaksanakan bela Negara merupakan bentuk taat hukum setiap warga masyarakat. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply