Red Notice dan Ekstradisi 2 WN Malaysia Seusai Jalani Hukuman di Negaranya



Red Notice dan Ekstradisi 2 WN Malaysia Seusai Jalani Hukuman di Negaranya

TANGERANG, BANTENLINK.COM – Tersangka perampokan toko emas “Permata” di Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, MNF, (26) dan MNI, (24), ditangani petugas gabungan Satreskrim Polresta Tangerang dan Subdit Jatanras Polda Banten bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia yang membekuk keduanya di Pahang, Malaysia.

Perampokan emas seberat 6 kilogram senilai Rp 1,5 miliar itu disebut sebagai kejahatan lintas negara, apalagi keduanya mempunyai catatan kriminalitas di negara asalnya.

“Kedua perampok belum dapat dibawa ke Indonesia untuk diadili,” ungkap Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif.
Dia didampingi Kasubid Penmas Polda Banten Kompol Rupiadam, Kasatreskrim AKP Gogo Galesung dan Camat Balaraja Mas Yoyon saat konferensi pers di Mapolresta setempat, Kamis (11/7/2019).

Ditambahkan Sabilul Alif, kedua tersangka juga melakukan perampokan SPBU di daerah Kualalumpur dan Pahang pada 2 Juli lalu, setelah sebelumnya juga pernah merampok di SPBU Desa Sukamulya pada Jumat, 14 Juni 2019.

“Jadi, soal hukuman, kedua perampok terlebih dahulu diproses di negara Malaysia, setelah itu baru bisa diekstradisi sehabis keduanya menjalani persidangan dan divonis hakim Malaysia,” imbuh Kapolresta.

Lebih jauh disebut Kapolresta Tangerang, pihaknya menunggu selesainya proses hukum MNF dan MNI di Malaysia. Terkait ekstradisi sesuai kerjasama yang dilakukan Pemerintah Malaysia dan Indonesia, serta batu dapat dilakukan setelah kedua pelaku menjalani hukuman di negaranya.

“Nanti kami terbitkan Red Notice kepada Interpol agar pelaku ditangkap Interpol saat bepergian ke luar negeri,” tandasnya.

Jejak Kejahatan Tersangka

Di kesempatan itu, Kapolresta Tangerang membeberkan peristiwa perampokan di toko emas “Permata” pada Sabtu,15 Juni 2019, di Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

“Selain itu, kedua tersangka juga melakukan aksi perampokan di SPBU Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Jumat tanggal 14 Juni 2019,” kata Sabilul.

Kapolresta menambahkan, barang bukti yang diamankan polisi diantaranya rekaman CCTV, korek api model senjata api revolver, korek api berbentuk senjata api Baretta, 1 unit mobil Avanza warna putih tahun 2017 bernopol B 2069 UFO, 6 baki emas, dan 34 dudukan gelang.

“Dari SPBU Sukamulya kedua pelaku berhasil menggondol tas berisikan uang hasil penjualan bahan bakar se Rp 4,5 juta lebih dari korban setelah menodongkan pistol kepada petugas pom bensin,” jelasnya.

Reskrim Langsung Bergerak

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kota Tangerang AKP Gogo Galesung, menyampaikan dirinya bersama personilnya saat kejadian perampokan di pom bensin langsung bergerak dan mengidentifikasi mobil yang digunakan kedua tersangka.

“Hasil penyelidikan diketahui kendaraan Avanza putih tersebut milik warga Jakarta Utara yang dirental warga Malaysia,” ujar Gogo Galesung.

Lanjut dia, tim kemudian pada 28 Juni 2019, melakukan pengecekan ke pihak Imigrasi terkait data record paspor kedua tersangka dan mengetahui pelaku sudah kembali ke Malaysia pada 15 Juni 2019 sekira jam 18.00 WIB.

“Medio 2 Juli 2019, tim berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia. Hasilnya didapat informasi bahwa pelaku sudah diamankan terkait perampokan di SPBU di Maran oleh Kepolisian Maran, Pahang, Malaysia,” tandas Kasatreskrim Polresta Tangerang.

Tags:

Leave a Reply