200 dari 1300 PAUD akan Akreditasi, Kabid: Malas, Jangan Alasankan Visitasi Asesor!



Pembinaan dan pemetaan PAUD dan Dikmas oleh Disdik Kab Tangerang, Selasa (25/6/2019)

TANGERANG, BANTENLINK.COM — Sebanyak 200 dari 1300 lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Dikmas (Pendidikan Masyarakat) yang berada dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang akan diakreditasi. Namun Disdik tak mau pengelola pendidikan tersebut beralasan apapun kendalanya, termasuk perkara visitasi. Pasalnya, ada pengawas, penilik dan direktur lembaga yang menjadi asesor di wilayah masing-masing.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) PAUD Kabupaten Tangerang, Budi Saksono, pada laporan kegiatan pembinaan dan pemetaan mutu PAUD-Dikmas untuk persiapan proses akreditasi yang diselenggarakan di Hotel Yasmin, Curug, Selasa (25/6/2019).
“Pelaksanaan kegiatan untuk memetakan lembaga yang hadir berada di posisi mana pada 8 Standar Pokok Pendidikan. Apa yang masih harus disiapkan atau dilengkapi untuk akreditasi, seperti sarana prasarana, sumber daya manusia, standar isi, standar proses dan standar kelulusan atau berada di posisi seperti apa sekolah harus dievaluasi dulu,” kata Kabid PAUD dan Dikmas.
Budi menambahkan, terkait visitasi asesor, agar jangan menjadi alasan, karena ada pengawas, penilik bahkan pimpinan lembaga yang telah menjadi asesor di wilayah masing-masing. Jadi, jangan sampai malas dan coba-coba datang ke Dinas membawa alasan.
“Disdik mengundang pengelola dan operator lembaga PAUD dan Dikmas pada pembinaan yang dibiayai APBD, dimaksudkan agar proses akreditasi bisa efektif dan efisien. Selain itu, berupaya menggerakkan pengawas, penilik dan semua komponen agar semua lembaga yang telah mengikuti pembinaan dan pemetaan nantinya bisa bernilai akreditasi A,” tambah Budi.
Sejauh ini, terangnya, Kabupaten Tangerang dari delapan kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Banten, (Kab Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kab Serang, Kota Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang), memiliki jumlah lembaga lima kali lipat dari daerah lain. Untuk akreditasi A berada di posisi nomor 2 setelah kota lain.
Sementara, pada kegiatan yang dihadiri para Kepala PAUD, Taman Kanak-kanak (TK), Satuan Pendidikan Sejenis (SPS), Raudhatul Athfal (RA) serta Lembaga Kursus dan Keterampilan (LKP) itu, Kepala Disdik Kabupaten Tangerang, Hadisa Masyhur, dalam sambutannya lebih menyoroti pada Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan peningkatan kompetensi guru yang menjadi program unggulan daerah setempat.
“Pada kegiatan pembinaan yang diperuntukkan bagi lembaga yang belum terakreditasi ini akan diberikan materi oleh narasumber dari BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan BP PAUD (Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini) Banten,” terang Hadisa.
Diharapkannya, setelah mendapatkan pembinaan, peserta harus bisa menjaga kualitas pendidikan. Alasannya, dengan mendapatkan akreditasi merupakan pengakuan dari pemerintah yang membuat tempat pendidikan sebuah lembaga dipercaya dan dicari orang.
“Membicarakan kualitas pendidikan tak lepas dari GSM yang dijadikan sebagai konsep pembelajaran di Kabupaten Tangerang, mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP,” kata Hadisa.
GSM di Kabupaten Tangerang, sambungnya, didasari kegiatan pembelajaran inovatif, kreatif, kritis dan menyenangkan. Lanjutnya, GSM dijadikan program unggulan yang masuk RPJMP (Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang).
“Untuk itu peserta dibekali pembinaan kompetensi dan kurikulum yang membuat perubahan, seperti guru menjadi lebih baik, sesuai visi dan Renstra (Rencana Strategis) Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk menjadi yang terbaik di Provinsi Banten,” tegasnya.
EDY TANJUNG

Peserta pembinaan dan pemetaan mutu PAUD dan Dikmas yang diselenggarakan di Hotel Yasmin, Tangerang, Selasa (25/6/2019)

Tags:

Leave a Reply