Tiongkok Impor Buah-buahan Beku dari Filipina dengan Platform Jiuye SCM



Tiongkok Impor Buah-buahan Beku dari Filipina dengan Platform Jiuye SCM

MANILA | BantenLink — Tiongkok pada Februari 2019 mengizinkan impor pisang beku, nanas beku dan mangga beku dari Filipina. Ini sebagai kesempatan pertama bagi impor nanas dan mangga beku dari negara yang sangat mengandalkan ekspor makanan dan produk pertanian. Tiongkok sendiri sebagai konsumsi makanan segar yang cukup besar dan menjadi salah satu target pasar yang utama.

Jiuye Supply Chain Management (Jiuye SCM) berpengalaman selama bertahun-tahun dalam pengiriman buah-buah climateric. Perusahaan tersebut piawai dalam pematangan dan distribusi buah. Mampu menyediakan dukungan yang baik untuk para pemasok buah-buahan dari Filipina, dan terus membantu mereka agar merambah Tiongkok dengan layanan pematangan buah dan pengiriman yang mapan serta dirancang dengan apik.

Sebagai perusahaan penyedia jasa cold-chain terkemuka di Tiongkok, Jiuye SCM kini memamerkan keahlian dalam pematangan dan pengiriman buah di ajang IFEX Philippines. IFEX Philippines berlangsung dari 24-26 Mei di Manila, sebagai pameran utama untuk makanan yang berorientasi ekspor, serta platform bagi kalangan pembeli dan pedagang bahan makanan di Asia.

Lewat divisi bisnis Jiuye yang berspesialisasi dalam manajemen rantai pasokan buah-buahan, Perusahaan memberikan layanan terpadu yang profesional bagi para pemasok buah, dari prapendinginan, pergudangan, pematangan, pemilahan, pengemasan, dan distribusi cold-chain. Jiuye SCM saat ini mengelola sejumlah bisnis pematangan dan pengiriman buah di Asia Tenggara, Jepang, dan Amerika Utara.

Pada 2017, Jiuye SCM membuka pusat pematangan buah di Shanghai, dengan dukungan teknologi terkini dari beragam lembaga di Tiongkok dan luar negeri. Demi menekan biaya, memperbesar efisiensi, dan menjamin kualitas makanan, Jiuye SCM telah mendirikan 22 pusat distribusi dan penyimpanan makanan segar di Tiongkok, dengan 14 gudang di luar negeri. Perusahaan dapat mendistribusikan buah-buahan ke ribuan peritel di seluruh Tiongkok hingga ke rumah pelanggan, melintasi lebih dari 500 rute di tingkat nasional, meliputi 84% kota yang ada di Tiongkok. Jasa pengiriman business-to-consumer Jiuye menangani sebanyak 200.000 pesanan setiap hari, dengan laju pertumbuhan tahunan sebesar 50%.

“Kami gembira karena bisa terhubung dengan lebih banyak petani lokal di Filipina, dan kami yakin, Jiuye bisa menawarkan sejumlah solusi pengiriman cold chain yang efisien dan efektif untuk kegiatan bisnis mereka di Tiongkok,” kata Cory Guo, Head of Cross-border Division, Jiuye SCM.

“Kami mengelola platform pematangan buah yang profesional, secara efisien menghubungkan rantai produksi dan pemasaran guna meningkatkan peredaran buah-buahan di pasaran,” jelas Cory Guo. “Dalam hal mutu buah-buahan, kami telah mengembangkan dan mendirikan sistem yang stabil untuk mematangkan buah-buahan secara merata dengan cara yang mudah dikendalikan.”

Bagi kalangan perusahaan yang berorientasi ekspor, pengemasan pascapanen, prapendinginan dan terstandardisasi merupakan tahap yang sangat penting untuk memenuhi persyaratan ekspor, serta mencapai kualitas standar dari eksportir. Misalnya, buah-buahan beku harus disimpan di bawah suhu -18 C selama berada di tempat penyimpanan dan pengiriman. Hal itu berdasarkan ketentuan dari pihak kepabeanan. Sejumlah gudang industri milik Jiuye dilengkapi dengan zona-zona multisuhu, berkisar dari suhu kontan, variabel, dan rendah untuk pendinginan serta pembekuan antara -60 derajat C hingga 25 derajat C, sehingga produk-produk tersimpan dengan aman serta efisien.

Tentang Jiuye SCM

Jiuye Supply Chain Management, berdiri pada 2014, adalah platform layanan cold-chain terpadu untuk barang-barang segar yang terkemuka di Tiongkok, dan menyatukan teknologi mutakhir untuk memenuhi permintaan konsumen yang kian besar. Platform Cloud Jiuye membuat seluruh pelaku di sektor rantai pasokan barang dapat terhubung secara seketika, mewujudkan mobilisasi dan kolaborasi visual

Leave a Reply