JEMBATAN COMAL, RUSAK LAGI-RUSAK LAGI, PUNGLI MERAJALELA, PEMERINTAH KEMANA?



perbaikan-jembatan-comal-diprediksi-selesai-lima-hari-y2vSetelah rehabilitasi jembatan Comal di Pemalang yang menghabiskan dana sekitar 5 Milyar rupiah, kerusakan terjadi lagi (10/8) sehingga ratusan truk dan kendaraan berat terpaksa tidak bisa melewati jembatan tersebut, menambah kemacetan luar biasa di jalan Pantura tersebut. “Kondisi seperti ini kalau dibiarkan terus akan membuka peluang terjadinya praktek pungli, karena kendaraan pengakutan truk komersial akan berusaha untuk secepatnya melewati jembatan tersebut ditengah antrian panjang yang sangat membosankan dan melelahkan,” kata Moch. Suasmandi warga Bekasi yang akan mengantarkan anaknya ke Pondok Pesantren Nurul Falah di Temboro Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Ribuan kendaraan antri dari arah berlawanan untuk bisa melewati jembatan Comal yang hanya bisa dilalui satu jalur saja.”kemacetan telah mencapai beberapa kilometer dari kedua belah arah, karena sistem satu arah yang dilakukan secara bergantian, ditambah lagi dengan ketidak sabaran para pengemudi sehingga dengan seenaknya mereka masuk dari kanan dan kiri jalan karena tidak mau antri memasuki jembatan tersebut,”tambahnya. Ketidakpedulian pengendara kendaraan tentu saja semakin memperparah lalu lintas disana. Situasi inilah yang membuat oknum petugas memanfaatkan situasi untuk menjalankan praktek haramnya menerima uang sogok dari pengendara truk dan kendaraan berat yang ingin cepat sampai di tujuan.

Saat berada di lokasi, terlihat hanya ada beberapa petugas kepolisian di lokasi jembatan Comal. Kemacetan parah di lokasi tersebut nyatanya tidak diantisipasi dengan baik oleh pihak kepolisian apalagi pemerintah daerah setempat. Ketidakpedulian aparat pemerintah setempat dan juga pemda Jawa Tengah dan pusat sangat mengecewakan warga masyarakat pengguna jalur Pantura. Nampaknya janji-janji Kepala Daerah terpilih hanya Cuma pembicaraan semata, prakteknya mereka tidak hadir saat rakyat membutuhkannya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.