Dihadiri Ketum, LSM GERAM BANTEN Tangsel Gelar Santunan Yatim dan Bukber



[caption id="attachment_15519" align="alignleft" width="3264"] Tampak Ketua DPC GERAM Banten Warhada Widodo

TANGSEL | BantenLink.Com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GERAM Banten, Jumat (24/9/2019) menggelar santunan dan buka puasa bersama di sekretariat Jalan AMD Babakan Pocis RT 04/01 Kelurahan Bakti Jaya, Kelurahan Pocis, Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP GERAM Banten, H Alamsyah SH. Dirinya tetap hadir meskipun bersama rombongan sempat terjebak macet. Dalam kesempatan itu sempat memberikan pengarahan agar pengurus DPP GERAM Tangerang Selatan agar bisa lebih maju dalam berkiprah.

Warhada Widodo selaku Ketua DPC GERAM Banten kegiatan yangbdilaksanakan sebagai ajang berbagi berkah untuk menghadirkan senyum untuk anak yatim.
“Ada sebanyak 20 anak yatim yang kami santuni, ” katanya.

Soleh sebagai Pembina DPC GERAM Banten Kota Tangerang Selatan mengungkapkan LSM GERAM ada di kota-kota lain Indonesia. Di Tangerang Selatan sendiri sudah sangat dikenal kiprahnya.

“Namun begitu, jangan merasa besar. Ingin besar bukan di kelurahan Bakti Jaya dan Kecamatan Setu tapi untuk di seluruh Indonesia. Kita tidak perlu pake otot tapi otak biar tercipta perdamaian,” ungkap Soleh.

Dicontohkannya, jika ada orang yang bawa pengki bekerja kurang baik jangan diserang, tapi cukup disurati. Kalau kurang memahaminya bisa belajar dengan yang lebih senior atau dari wilayah lain.

“Kita cari ilmu dan tekniknya. Sekarang yang penting koordinator dan seluruh anggota memikirkan bagaimana Tangsel lebih maju, keinginan pemerintah terealisasi sehingga dapat dinikmati masyarakat,” lanjutnya.

Lebih jauh dikatakannya, semua unsur masyarakat harus dirangkul dan dijalin silaturahmi demi membangun Kota Tangerang Selatan.

“LSM GERAM Banten bangga dengan baju hitamnya, tapi bukan untuk bangga banggaan. LSM tugasnya mengontrol dan bermitra dengan pemerintah.LSM bukan hanya duduk di tempat tapi bergerak. Kalau di setiap tempat ada anggota, semua bisa kita kontrol,” beber Soleh lagi.

Di bagian lain dimintanya, ingin seperti wilayah lain, main surat. Kordinator mendengar anggota begitupun sebaliknya anggota mendengar kordinator. Kordinator membutuhkan dukungan, jadi kalau ada masalah dimusyawarahkan bersama.

Sejarah LSM sendiri di Tangsel, sambung Soleh, ada tiga generasi yaitu Generasi Dedi, Generasi Didi sampai sampai Generasi sekarang yakni LSM GERAM. Kalau dulu masih menggunakan ego sendiri, sekarang diharapkan tidak begitu.

“Maunya LSM GERAM dikenal pemerintah dan masyarakat. Sehingga jika ada warga kesulitan mengambi izasah, kalau kordinator maksa, ya alhamdulillah. Ada yang sakit, pak kordinator maksa berobat jadi gratis. Ada anak yang nilai sekolahnya dikit tapi ingin di sekolah favorit, mudah-mudahan bisa masuk karena LSM. Mari membangun Tangsel, kinerja pemerintah kita kontrol semua.

EDY TANJUNG

Foto kegiatan LSM GERAM BANTEN Kota Tangsel

Leave a Reply