Pesan Kapolsek Kelapadua di Peringatan Nuzulul Quran di Kelurahan Bojongnangka



Kompol Efendi

TANGERANG | BantenLink.Com — Dalam sambutan Kapolsek Kelapadua Polres Tangerang Selatan, Kompol Efendi, selaku mewakili Muspika setempat, dirinya merasa lebih happy datang bertemu masyarakat berbuka puasa bersama di kantor kelurahan Bojongnangka, Kelapadua, Kab Tangerang, kendati ada undangan buka puasa bersama petinggi di hotel JHL Solitaire setempat yang berbintang lima.

“Selaku Kapolsek disini saya dapat mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota masyarakat, karena sampai saat ini wilayah kita kondusif tidak ada yang menjadi sorotan, terutama terkait Pemilu,” ucapnya di hadapan Camat Kelapadua Dadan Gandana, para aparat dan masyarakat pada momen peringatan Nuzulul Quran 1440 H sekaligus acara buka bersama Lurah Bojongnangka, Angga Yuliantono.

“Mari kita sudahi, apapun prosesnya,” ajak Efendi terkait telah ditetapkannya hasil pemilu dinihari tadi.

Ditambahkannya, Nuzulul quran hari ini sebagai suatu kebangkitan. Sama halnya kebangkitan nasional sebagai tonggak perjuangan negara Indonesia. Kemudian kebangkitan itu tidak parsial lagi setelah 20 tahun kemudian, yakni Sumpah Pemuda 1928 sebagai perwujudan sumpah Patih Gajah Mada untuk mempersatukan nusantara, satu nusa satu bangsa.

“Mari sudahi. Jangankan negara, dalam membina anak saja kita tidak selau sukses karena kita tidak pernah sekolah untuk ayah dan ibu. Karena menikah jadilah kita sebagai ayah dan ibu. Begitu juga tidak tidak ada sekolah KPU. Jadi sangat logis kalau ada human eror dan kekeliruan penyelenggara KPU Apalagi didesak waktu.

Penyelenggara pemilu sendir bukan Malaikat. Bukan permisip tapi mari belajar dan percaya kepada qada dan qadar.

“Menjadi presiden bukan di tangan kita, tapi karena Allah. Jadi jangan karena pemilihan presiden kita sampai pecah, karena semua ada takdir. Kalau semua kita atur, dipertanyakan kepercayaan kita,” katanya.

Alangkah celakanya kalau makin mundur, sebutnya.

Dirinya menceritakan waktu baru menjabat sebagai Kapolsek Maja di Kabupaten Lebak, tidak mau melakukan syukuran karena tugas yang akan dijalaninya sebagai beban berat, apalagi menjadi seoranh pemimpin bangsa, sebab ada pertanggungjawaban.

“Jangan kita paksakan, karena kita tidak bisa mengatur dan menyetel. Tapi sedang kita menuju satu kehidupan menjadi bangsa yang sejahtera dan berpengaruh. Ingatlah, jika bertikai terus dan ajaltiba saatnya, mustahil bisa kita menutup mata dengan ikhlas.

EDY

Leave a Reply