Ngaku Penyidik Tipikor, Tiga Pemeras Sekdes Rp700 Juta Diciduk Polresta Tangerang



Kapolres dalam konferensi pers menanyakan modus operandi yang dilakukan tersangka pemeras Rp 700 Juta Sekdes Jengkol, Kecamatan Kresek, Kab Tangerang, Selasa (14/5/2019)

Tangerang | BantenLink.Com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang menciduk
tiga oknum mengaku wartawan online, MIF, RH dan FIS yang mengaku sebagai penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) yang memeras senilai Rp 700 juta Sekretaris Desa (Sekdes) Jengkol Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Sabilul Alif, saat konferensi pers Selasa (14/5/2019) membeberkan,

Oknum pemeras tersebut berhasil ditangkap dari dua lokasi berbeda, yaitu di Balaraja, Tangerang dan Kota Bandarlampung setelah petugas mendapat pengaduan dari pejabat desa tersebut.

“RH dan MIF ditangkap setelah menerima uang dari Sekdes Jengkol sebanyak Rp100 juta disekitaran Kantor Camat Balaraja, sedangkan FIS ditangkap di jalan Merpati, Desa Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung” ungkap Kapolresta TangerangJumat (10/5/2019).

Dijelaskannya, modus pemerasan terhadap Sekdes Jengkol dengan meminta transfer uang sebesar Rp 5 juta, lalu hari berikutnya Rp 10 juta dan sisa kekurangannya.

Transfer tersebut dilakukan secara bertahap sampai mencapai Rp 700juta. Merasa masih kurang, ketiga pelaku ini menghubungi kembali dengan meminta tambahan uang sebesar Rp 100 juta, merasa menjadi korban pemerasan Sekdes desa akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

“Uang hasil pemerasan tersebut dibagi-bagi dengan ketiganya dalam rincian Rully menerima Rp 240 juta, Ibnu Rp 88 juta dan sisanya sekitar Rp 270 juta,” imbuh Sabilul Alif.

Sisanya uangnya, lanjut Kapolres, mereka gunakan untuk berfoya-foya, menikmati hiburan malam bersama, membeli sejumlah handphone canggih sampai membeli kendaraan roda dua jenis Honda Mobilio berpelat nomor B 1480 WZL.

“Pemerasan yang dimulai sekitar bulan Maret itu diawali saat Sekdes Jengkol didatangi tersangka RH yang mengaku sebagai Ipda Ibrohim dan FIS yang mengaku sebagai AKP Ibnu Sianturi, penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri yang yang sedang mengusut penggunaan dana desa di Desa Jengkol,” bebernya.

Kemudian setelah pulang dua oknum ini menelpon dan mengirim pesan WA kepada korban berisi permintaan agar mengirim uang agar kasus tersebut tidak dinaikan ke penyidikan. Karena ancaman tersebut, Sekdes Jengkol kecamatan Kresek ini akhirnya mentransfer uang ke rekening tersangka.

Tersangka berikut barang buktinya langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan, diantaranya bukti transfer, mutasi rekening, 2 buku tabungan, 4 KTA wartawan, 3 buah HP, satu koper serta 1 unit mobil.

TITING/EDY

Leave a Reply