Bupati Santuni Yatim Jelang Ramadan, Diwarnai Seni Reog dan Buka Palang Pintu



Bupati Santuni Yatim Jelang Ramadan, Diwarnai Seni Reog dan Buka Palang Pintu

TANGERANG | BantenLink — Seni budaya Palang Pintu Betawi, Reog Ponorogo dan rebana menjadi pertunjukan daerah yang menarik, mewarnai kedatangan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar pada acara menyambut bulan puasa Ramadhan 1440 Hijriah, Minggu (28/4/2019).

Kegiatan munggahan tersebut diselenggarakan Yayasan Himpul Darussa’adah yang juga dihadiri Camat Curug Rahyuni, Kapolsek Curug Kompol Tedjo Asmoro, Lurah Sukabakti Obang Suryani dan Lurah Binong Masitoh, perangkat pemerintah, serta tokoh dan masyarakat.

Acara yang digelar di Perumahan Griya Karawaci, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, diawali dengan pertunjukan kesenian palang pintu, berisi cerita singkat tentang kedatangan tamu yang menimbulkan perdebatan dan perkelahian dua jawara.

Perdebatan dua jawara dengan pantun betawi mengisahkan seorang yang melarang dan satu orang lagi membolehkan kedatangan tamu. Namun perdebatan tak usai, dan diteruskan dengan pekelahian dua jawara.

Perkelahian dua jawara itu diakhiri dengan kemenangan yang membolehkan tamu yang tak lain Bupati Tangerang A Zaki Iskandar dan rombongannya bisa masuk wilayah yang ditujunya. Tak hanya bisa masuk, Bupati disambut salawat diiringi rebana, diteruskan penampilan kesenian Jawa Timur, Reog Ponorogo.

Pimpinan Yayasan Himpul Darussa’adah, Ustadz Syamsudin Buaya, dalam sambutan acara mengemukakan pihaknya bersyukur dihadiri Bupati untuk menyantuni sejumlah anak yatim dan kaum duafa . Menurutnya, santunan merupakan kegiatan rutin yayasan yang dipimpinnya setiap menjelang bulan suci Ramadan.

Diakuinya, dirinya berterima kasih, karena tahun ini dihadiri Bupati Tangerang, yang menyempatkan diri memberikan santunan secara simbolis kepada sejumlah anak yatim yang diasuh di yayasan miliknya.

Samsudin menerangkan, di yayasan sosial keagamaan tersebut para anak yatim mendapatkan pendidikan sekolah umum dan pendidikan agama serta kehidupan yang layak dan diharapkan sampai dapat mengejar cita-citanya.

EDY TANJUNG

Leave a Reply