Piket: Perintah Kapolsek Pagedangan Pers Dilarang Liput Penghitungan Suara



Suasana penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilangsungkan di Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Pagedangan, Rabu (24/4/2019)

TANGERANG | BantenLInk — Salah seorang Petugas piket sempat melarang wartawan untuk meliput penghitungan suara yang dilaksanakan mulai pukul 10.00-22.00 WIB di kantor bersama kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (24/4/2019).

Saat akan melakukan peliputan, bantenlink.com sempat ditanyakan dari mana dan untuk apa dan memberikan penjelasan sebagai wartawan yang melakukan peliputan.

“Apalagi wartawan tidak boleh masuk. Kemarin banyak wartawan datang, dilarang masuk. Terima hasilnya saja dari KPU. Ini perintah Kapolsek,” cegahnya setelah wartawan ini menyebutkan maksud dan tujuannya dalam rangka melakukan peliputan.

Wartawan dimintanya untuk menghubungi Kapolsek Arif yang baru bertugas di Mapolsek Pagedangan. Pada saat lain disebutnya, kalau mau meliput harus ada izin dari ketua PPK bernama Firdaus. Namun wartawan tidak mau buru-buru bertemu Kapolsek maupun ketua PPK setempat.

Barulah setelah salah seorang anggota PPK bernama Anwar Ardadili keluar dan berbincang dengan wartawan ini, petugas yang diduga polisi tidak berpakaian seragam itu menyebutkan dirinya hanya menjalankan perintah dan tidak bisa menjelaskan alasan wartawan dilarang meliput.

“Saya hanya pelaksana yang menjalankan perintah Kapolsek saja,” akunya sambil meminta dan memeriksa identitas wartawan yang ingin meliput penghitungan suara di kecamatan Pagedangan dan menyuruh mengisi buku tamu.

Sementara, terkait penghitungan suara, salah seorang petugas mengatakan penhitungan suara berjalan lancar. “Disini penghitungan suara kondusif,” katanya. Saat ditanyakan waktu penghitungan suara, jawabnya mulai pukul 10.00-10.00 WIB.

“Kemarin waktu bupati meninjau, katanya penghitungan suara cukup sampai jam 10 malam saja, agar bisa istirahat,” kata petugas penghitungan suara itu.

EDY TANJUNG

Leave a Reply