ELIT POLITIK PERTONTONKAN “KETIDAKDEWASAANNYA” PADA RAKYAT



20140709_164945Sejak hasil perhitungan quick qount oleh berbagai lembaga survey yang katanya independen di publikasikan, maka elit politik dari masing-masing kubu mengklaim kemenangan. Dimulai dengan para petinggi pendukung Jokowi-JK yang lebih dulu memproklamirkannya tanpa malu-malu, padahal di berbagai tempat Panitia Tempat Pemungutan Suara (TPS) masih melaksanakan perhitungan hasil pilihan yang masuk hari itu (9/7). Merasa didahului, maka para petinggi pendukung Prabowo-Hatta akhirnya juga mengklaim kemenangan yang juga mendasarkan pada hasil hitung cepat tersebut.

“Sedih sekali kami melihat kenyataan tersebut, mereka sepertinya tidak menghargai suara kami yang nilainya sama dengan suara seorang presiden sekalipun,” kata Fahmi yang bekerja di pabrik Kabupaten Tangerang. Ditambahkannya, mereka sudah merasa menang dengan hasil yang belum pasti, saat panitia tempat pemungutan suara masih menghitung perolehan suara dari masyarakat. “Pendidikan politik seperti inilah yang mereka ajarkan pada rakyat, sama sekali tidak menunjukan kedewasaannya sebagai pemimpin bangsa.” Tegasnya.

Rasa kecewa terhadap publikasi kemenangan kedua belah pihak dimata masyarakat yang masih jernih melihat kondisi ini terasa sangat menyakitkan. “Demi kekuasaan sepertinya rasa malu telah hilang, sehingga sampai-sampai kedua belah pihak sudah merasa menang! Padahal mereka gembar gembor bahwa rakyatlah yang menentukan kemenangan! Mau dibawa kemana NKRI kalau melihat perilaku elit politiknya yang begitu haus pada kekuasaan.”tambah Sarkim, warga masyarakat yang tinggal Panongan Kabupaten Tangerang. Semoga saja hal ini tidak membuat rakyat terpecah belah sehingga bisa menimbulkan perang saudara seperti di Thailand, Mesir dan berbagai Negara lainnya di dunia, akibat perilaku politik elitnya yang kekanak-kanakan.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.