PUASA BENAR, PASTI TIDAK BERGUNJING DI PILPRES 2014



cPuasa Ramadhan kali ini bersamaan dengan penyelenggaraan pemilu presiden 2014. Umat Islam yang jumlahnya mayoritas hampir 90 persen dari jumlah penduduk Indonesia sejatinya melaksanakan ibadah yang diwajibkan kepada umat yang meyakini Allah swt Tuhannya dan Nabi Muhammad saw sebagai Rosulnya yang terakhir.

Puasa Ramadhan memiliki arti penting bagi umat Islam, karena di bulan inilah Allah swt memberikan nilai ibadah yang sangat tinggi kepada mahluknya. Namun dalam satu hadist Nabi Muhammad saw yang disampaikan oleh Abu Hurairah, beliau bersabda,”Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali lapar. Banyak orang yang bangun malam, tetapi tidak mendapatkan apa pun dari bangunnya kecuali terjaga.” (Ibnu majah, Nasai, Ibnu Khuzaimah).

Siapakah mereka yang merugi ini? Disampaikan oleh para Ulama mereka adalah yang memakan makanan haram, tetap berbuat maksiat dan dosa serta terjerumus dalam fitnah gibah.

Begitu mulianya ajaran Islam yang telah ada hampir 1500 tahun yang lalu tapi masih relevan hingga saat ini, sampai mengingatkan pentingnya menjaga lisan untuk tidak bergunjing dengan membuat fitnah kepada sesama mahluknya, termasuk mempergunjingkan sesuatu yang benar tetapi menyangkut aib orang lain.

Saat ini kita lihat dengan mata telanjang umat Islam, sebagai umat terbaik yang pernah diciptakan Allah swt begitu mudahnya melakukan gibah dan fitnah untuk memuaskan hawa napsunya. Padahal perilaku seperti itu adalah sesuatu yang tidak diperintahkan Allah swt sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. Disadari atau tidak saat ini umat Islam telah banyak terbawa dan terjebak dalam arus musuh Islam yaitu Setan dan Iblis laknatullah.

Wahai umat Islam, selamatkanlah dirimu, keluargamu, umatmu dari azab api neraka. Tunjukanlah akhlaq mulai dengan tidak terjebak dalam pergunjingan baik gibah maupun fitnah. Hadirkanlah akhlaq mulia saat pelaksanaan pilpres 2014 ini!

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.