METROMINIKU SAYANG, METROMINIKU MALANG

m

Kondisi usaha metromini di Jakarta sangat memprihatinkan, jumlah penumpang yang memanfaatkan fasilitas transportasi yng pernah jaya di tahun 80-an ini semakin sedikit saja. Saat naik kendaraan yang berwarna oranye ini dengan plat route 71 dari Blok Menuju Bintaro jumlah penumpang yang ada tidak melebihi 10 orang saja. Saking minimnya penumpang maka sopir terpaksa berhenti dulu untuk menarik ongkos dari penumpangnya. “Menyedihkan sekali keadaannya, bagaimana mereka harus membayar setoran kepada pemiliknya? Dan bagaimana pemiliknya bisa mempertahankan usahanya?,” Tanya Darso yang tinggal di wilayah Tanah Kusir Kebayoran Lama Selatan. “Dulu saat saya kuliah di Universitas Nasional Jakarta di bilangan Pasar Minggu selalu menggunakan metromini dalam keadaan penuh penumpang, malahan sampai harus berdiri dan bergelantungan di pintu kondektur”, tambahnya. Saking penuhnya penumpang, kondektur metromini juga harus dua orang, yang satu di depan dekat sopir dan satu lagi di pintu belakang, kenang mahasiswa jurusan ilmu politik yang didirikan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisyahbana ini.



Dia menyayangkan Kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang kurang responsive mengantisipasi keadaan ini, padahal metromini seharusnya segera direvitalisasi, sehingga tenaga kerjanya bisa hidup lebih layak, dan pemiliknya tidak terancam kebangkrutan. Gimana pa Jokowi?

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Comments are closed.