Halangi Tugas Usir Jurnalis, Bos Pembangunan Galeri Koperasi dan UKM Tangsel Disomasi Dua Pengacara



pengacara media online Indonesia Parlemen, Fajar Herwindo Koto SH dan David Krisbyantoro SH MH yang melayangkan somasi kepada pemilik PT CAU

TANGERANG SELATAN | BantenLink.com — Lantaran tugas wartawan dalam meliput proyek pembangunan gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihalangi, pemilik PT Citra Agung Utama, disomasi pengacara media online Indonesia Parlemen, Fajar Herwindo Koto SH dan David Krisbyantoro SH MH.

Wartawan Indonesia Parlemen, GK, menuturkan, pelayangan somasi berawal dari penghalangan menjalankan fungsi dan tugas serta tanggung jawabnya serta pengusiran sebagai jurnalis. Ia mendapatkan perlakuan sikap arogan dari bos proyek pembangunan gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, NV, slaku pemilik PT CAU. Atas insiden pelecehan profesi pada tanggal 25 Maret 2019 tersebut, membuat pimpinan redaksi GK menjadi geram dan terpaksa harus melayangkan surat somasi.

“Seperti diketahui, PT CAU merupakan pelaksana yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung Galeri Koperasi dan UKM Tangsel, yang berlokasi di Jalan Raya Serpong, BSD, Kelurahan Lengkonggudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan,” papar GK pada bantenlink.com, Senin (15/4/2019).

Dijelaskannya lagi, kejadian berawal ketika dirinya bersama rekannya LA melakukan peliputan, datang ke lokasi proyek pembangunan gedung Galeri Koperasi dan UKM, bermaksud untuk konfirmasi dan untuk mengambil gambar proyek. Tapi diluar dugaan, tiba-tiba salah satu oknum pelaksana proyek dari PT CAU datang menghampiri dan melarang untuk mengambil gambar di area proyek yang sedang dalam tahap pengerjaan pembangunan itu.

Bahkan tidak sampai disitu saja, oknum tersebut dengan gaya dan bahasa yang arogan, langsung mengusir kedua wartawan untuk keluar dari dalam area proyek. Tak ingin situasi memanas, GK bersama rekannya langsung meninggalkan lokasinya

“Kita ini sama-sama cari makan. Keluar lu dari dalam proyek ini,” hardik NV, seperti yang ditirukan GK.

Parahnya lagi tutur GK, ia mengadukan kepalanya ke kening saya. Kemudian sambil mengacungkan tangan ke arah keluar ia mengusir saya keluar.

Setelah beberapa hari kejadian, lanjut GK, ia mendapatkan telpon melalui rekannya bernama Id, yang mengatakan: Tunggu beberapa hari untuk kita ketemu.

Dalam pembicaraan per telpon itu, NV juga bicara. Ia mengaku pimpinan dan pemilik PT CAU dan dengan itikad baiknya menyampaikan meminta waktu beberapa hari akan mengadakan pertemuan, untuk menyelesaikan permasalahan itu. 

“Udah, gak usah diperpanjang lagi masalahnya, gak usah diributin lagi dan di-close aja semua permasalahan ini. Gue serahkan semua ke bang Is yang ngatur, dan nanti lu ketemu gue aja ,” ucap GK menirukan lagi apa yang dikatakan NV.

Namun hingga beberapa hari ditunggu, terang GK, NV tak kunjung membuktikan iktikad baik dan komitmennya. Atas kejadian tersebut serta merasa diri dan profesinya dilecehkan, GK langsung memberikan kuasa kepada pengacaranya untuk dibuatkan surat somasi kepada NV.  
Melalui kuasa hukumnya, Fajar Herwindo Koto SH dan David Krisbyantoro SH MH, GK pun telah mengajukan surat somasi pertama kepada pemilik PT CAU.

Sementara itu, Fajar Herwindo Koto SH selaku pengacara GK, menuturkan, kalau memang pihak PT CAU sudah tidak menunjukan itikad baik untuk menyelesaikan dan meminta maaf kepada kliennya, selaku kuasa hukum akan mengambil langkah hukum lanjutan.

“Kita ambil langkah hukum,” tegas Fajar Herwindo Koto SH lagi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/4/2019).

Isi surat somasi pertama tersebut, terusnya, terkait dengan perilaku, sikap dan arogan dari salah satu oknum PT CAU, yang menghalang-halangi tugas wartawan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kontrol sosial, yang dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Pengacara GK tersebut menjelaskan, dirinya bersama rekannya David Krisbyantoro SH MH diberi kuasa oleh kliennya, GK, untuk mengurus permasalahan yang sudah terjadi hingga adanya penyelesaian dari permasalahan ini.  

“Kami diberi kuasa oleh klien berinisial GK, dengan surat nomor 046/Som/LO/FHK/IV/2019, sejak 8 April 2019,” kata Fajar Herwindo Koto SH.

Surat somasi pertama tersebut, jelasnya sudah dilayangkan ke PT CAU, tertanggal diterimanya 10 April 2019. Namun sayangnya hingga saat ini, belum ada balasan surat dan tanggapan dari PT CAU.

“Saya dan rekan David Krisbyantoro SH MH, selanjutnya akan membuat dan layangkan surat somasi Ke II, dan juga akan mengirimkan surat ke Dewan pers dan PWI Provinsi Banten,” tandasnya.

Kir/Gl/Ed

Leave a Reply